Arsip Tag: pssi

PSSI Godok Aturan Nyanyian Rasis di Pertandingan

PSSI sedang menggodok sejumlah cara untuk menghentikan kekerasan dalam sepakbola Indonesia. Salah satunya, sanksi untuk nyanyian rasis atau ujaran kebencian dalam perrtandingan.

Menpora Imam Nahrawi baru saja menggelar silatuhrahmi dengan sejumlah stakeholder sepakbola Indonesia, seperti PSSI, PT Liga Indondonesia, perwakilan klub, Kepolisian, suporter dan BOPI. Pertemuan itu berlangsung di Kantor Kemenpora, Senin (1/10/2018). Pertemuan itu meneruskan instruksi Presiden Jokowi setelah tragdei GBLA yang menewaskan suporter Haringga Sirila pada 23 September. Haringga tutup usia setelah dikeroyok hingga kepalanya luka parah menjelang laga antara Persib dengan Persija dalam laga lanjutan Liga 1.

Dalam pertemuan tersebut tercetus sebuah ide untuk menghentikan nyanyian rasis yang dianggap sebagai pemicu kekerasan antar suporter. Caranya, jika suporter melakukan hal itu di dalam stadion maka pertandingan akan dihentikan.

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, tak menutup kemungkinan jika aturan itu diterapkan di kompetisi Indonesia sebagai langkah awal. Sebab selama ini, sanksi yang diberikan kepada suporter kerap tidak mempan.

“Saya kira semua sepakat ini ujung dari sebuah upaya bahwa siklus pemberian sanksi terhadap rasis yang ditunggu sampai pertandingan selesai sering kali tidak efektif,” ujar Joko usai pertemuan.

Oleh karenanya implementasi ini perlu dirumuskan dengan cermat dan juga perangkat pertandingan wasit ada match commisioner dan pelaku pemain yang ada di lapangan. Tetapi idenya kami setuju dan ini agar disiarkan kepada semua sebagai tahap awal yang sangat kongret agar kampanye kebencian berhenti di kompetisi ini,” kata dia.

Joko pun mengaku akan segera merumuskan aturan tersebut. Dia berharap rencana tersebut bisa terealisasi dalam waktu dekat dan diterapkan secepat mungkin.

“Ini harus diformulasikan di pertandingan-pertandingan yang akan datang. Tapi penting tadi hadir PSSI, APPI yang menurut kami didiskusi tadi kami ingin mengembalikan sepakbola kepada integritas dan pemain menjadi salah satu elemen penting dalam pertandingan,” ujar pria asal Ngawi, Jawa Timur itu.

“Bisa saja keinginan ini tanpa dirumuskan secara detail keinginan pemain saat mendengar teriakan-teriakan rasis yang sangat nyata nah ini yang menjadi hal-hal yang harus dirumuskan. Sangat nyata rasisme tadi dan pemain akan menghentikan pertandingan,” dia menambahkan.

“Kami berharap ini bisa dikonsolidasikan dengan cepat kami menganggap membuat rumusannya bisa sangat cepat. Tapi mengkonsolidasikan agar ini menjadi sebuah peraturan yang bisa dijalankan tentu untuk koordinasi dengan klub, liga, panpel, pengawas pertandingan dan semuanya,” ujar Joko yang pernah menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia itu.

Kalah di PTUN, Menpora Akan Ajukan Banding

JAKARTA, Idlucky7.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahwari mengaku bakal mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan gugatan PSSI terkait Surat Keputusan Menpora Nomor 01307 tertanggal 17 April 2015 soal pembekuan PSSI.

PTUN mengeluarkan amar putusan bernomor 91/G/2015/PTUN-JKT itu, Selasa (14/7/2015). Dalam putusannya, majelis hakim, yang diketuai Ujang Abdullah, menolak eksepsi tergugat, dalam hal ini Menpora. Selain itu, Menpora juga diminta mencabut sanksi PSSI dan membayar denda sebesar Rp 277.000.

“Kami akan lihat seperti apa. Namun, yang pasti karena ini terkait dengan rahan hukum yang telah dimulai oleh mereka dengan menggugat pemerintah, hal itu (banding) sangat baik untuk kami pertimbangkan,” ujar Menpora saat dihubungi Selasa malam.

Imam menjelaskan, landasan Kemenpora mengajukan banding karena menilai putusan PTUN belum inkrah. Oleh karena itu, Imam pun memastikan, pihaknya belum berencana mencabut SK pembekuan PSSI.

“Jadi, kami sekarang akan ikuti prosedur saja. Mereka (PSSI) kan lebih dulu menggugat pemerintah. Sekarang pemerintah harus melayani dengan baik sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tuturnya.

“Berikutnya, saya minta pihak terkait untuk memantau jalannya peradilan ini agar dicapai hasil yang jujur, independen, transparan, dan adil, tanpa tekanan dari pihak mana pun,” tambah Menpora.

Sementara itu, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, mengaku tidak terkejut dengan hasil putusan PTUN. Ia pun mengonfirmasi bahwa Kemenpora sudah mengajukan banding atas putusan tersebut.

“Kami sudah mendaftarkan (pengajuan banding) hari ini, tidak menunggu 14 hari seperti yang sudah diberitakan sebelumnya. Pokoknya, kami akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku saja,” ujar Gatot.

PSSI Berencana Akan Gugat Balik Menpora

JAKARTA, Idlucky7.com – PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mattalitti bergeliat dengan menggelar rapat Komite Eksekutif. Ada 15 keputusan yang dihasilkan, salah satunya adalah rencana menggugat balik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Rapat Exco tersebut digelar hari ini, Senin (3/8/2015), yang dihadiri seluruh anggotanya, kecuali Dody Alex Nurdin yang berhalangan karena sedang berada di luar negeri.

Dijelaskan wakil ketua umum PSSI, Hinca Pandjaitan, rapat tersebut sebagai bukti bahwa organisasinya itu masih aktif dan eksis.

Dari 15 keputusan yang dihasilkan, salah satu fokus yang dibahas selain soal kompetisi Indonesia Super League (ISL), PSSI disebutnya akan mengambil sikap terhadap Kemenpora dengan melakukan gugatan balik.

“PSSI akan mengajukan gugatan perbuatan melanggar hukum terhadap Kemenpora karena di sini Ada pihak yang dirugikan. Kami tugaskan pihak hukum kami untuk mengumpulkan dan mengajukan gugatan atas kerugian materiil dan imateriil yang diterima PSSI,” ujar Hinca seusai rapat.

Berikut 15 Keputusan Exco PSSI:

1. Menunjuk waketum PSSI, Hinca Pandjaitan, untuk komunikasi intensif dengan FIFA dan AFC sehubungan putusan FIFA 30 Mei, tentang sanksi terhadap PSSI.

2. Kompetisi ISL akan dimulai pada minggu ketiga Oktober 2015, tanpa ada perubahan peserta seperti sebelum kompetisi berhenti.

3. Kompetisi Divisi Utama dimulai pada minggu kedua November.

4. Kompetisi Liga Nusantara diputar pada akhir November 2015 atau Januari 2016.

5. Kompetisi Kelompok Umur akan diputar pada Februari 2016.

6. PSSI akan menggelar Piala Proklamasi antara Arema Cronus kontra Persib Bandung, tempat tentatif, kemungkinan di Bandung pada 15 Agustus 2015.

7. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI harus lebih aktif selesaikan kasus yang muncul.

8. Exco PSSI dengan tegas memperkuat keputusan Komite Etika PSSI soal Djohar Arifin Husin, yang disanksi dan dipecat dari dewan kehormatan PSSI.

9. Kerja sama PSSI dengang NCB (Interpol Indonesia) dilanjutkan.

10. PSSI tak akan berpartisipasi pada ASEAN Super League (ASL) 2016. Alasannya, karena saat ini sedang disanksi FIFA.

11. Menugaskan auditor internal PSSI, untuk melakukan audit khusus di bulan April 2015. Untuk memberikan jawaban dan menangkis tuduhan persoalan keuangan PSSI yang dituduhkan oleh kelompok lain.

12. PSSI akan lapor ke presiden tentang hasil penetapan PTUN Jakarta bahwa SK Kemenpora tentang penonaktifan PSSI tak ada kekuatan hukum sampai ada keputusan hukum tetap.

13. Menugaskan Direktorat Hukum PSSI untuk melaporkan semua pihak yang menuduh keterlibatan Timnas U-23 dalam skandal pengaturan skor SEA Games 2015 Singapura kepada penegak hukum. PSSI lapor balik, agar tuduhannya itu dibuktikan.

14. Mendesak penegak hukum KPK dan kepolisian untuk menuntaskan segala tuduhan yang dialamatkan kepada PSSI. Kepolisian dan KPK Bekerjalah cepat dan serius.

15. PSSI akan mengajukan gugatan perbuatan melanggar hukum terhadap Kemenpora. Karena perbuatan itu membuat kerugian materiil dan imateriil.

Thanks, God! Pemerintah Bekukan PSSI!

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akhirnya mengambil langkah tegas terhadap PSSI. Lantaran mengabaikan tiga surat teguran tertulis, PSSI pun dibekukan oleh Menpora.

Sebagai informasi, Menpora telah melayangkan tiga surat peringatan dalam satu pekan terakhir. PSSI diminta untuk memerintahkan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya untuk memenuhi permintaan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Akan tetapi, PSSI tak kunjung memenuhi peringatan Menpora hingga tenggat waktu yang ditetapkan pada Jumat (17/4/2015) sore. Pada hari yang sama, Menpora pun menjatuhkan sanksi kepada PSSI.

“Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang pengenaan sanksi administratif berupa kegiatan keolahragaan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia tidak diakui,” demikian bunyi surat yang menyertakan tanda tangan Imam Nahrawi.

Dalam surat tersebut, Menpora juga menegaskan tak akan mengakui Kongres Luar Biasa (KLB) atau Kongres Biasa yang digelar PSSI. Padahal, KLB sedang digelar pada Sabtu (18/4/2015) ini di Surabaya guna memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan komite eksekutif untuk periode 2015-2019.

Seiring pembekuan ini, PSSI bakal diambil alih oleh Tim Transisi. Tim ini juga bakal bertanggung jawab untuk persiapan Timnas Indonesia jelang SEA Games 2015 di Singapura.

Kendati demikian, KLB PSSI tetap berjalan. La Nyalla Mahmud Mattalitti terpilih sebagai ketua umum yang baru.

Berikut isi surat pembekuan dari Kemenpora:

“Bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 121 ayat (2) dan Pasal 122 ayat (2) huruf g Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, Menteri mempunyai kewenangan untuk pengenaan sanksi administratif pada tiap pelanggaran administratif dalam pelaksanaan penyelenggaraan keolahragaan tingkat nasional,”

“Bahwa secara de facto dan de jure sampai dengan tenggat batas waktu yang telah ditetapkan dalam Teguran Tertulis Nomor 01133/Menpora/IV/2015 tanggal 16 April 2015, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia nyata-nyata secara sah dan meyakinkan telah terbukti mengabaikan dan tidak mematuhi kebijakan Pemerintah melalui Teguran Tertulis dimaksud”

“Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b perlu menetapkan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang pengenaan Sanksi Administratif berupa kegiatan Keolahragaan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia tidak diakui,”

PSSI Surati Menpora, Minta Pembekuan Dicabut

JAKARTA, Idlucky7.com – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengirim surat permohonan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia untuk mencabut SK pembekuan terhadap mereka.

Surat tersebut bernomor 549/UDN/380/IV-2015, ditandatangani Plt. Sekjen PSSI, Azwan Karim, tertanggal 28 April 2015, dan diunggah pula di situs resmi PSSI hari ini, Rabu (29/4).

Berikut ini isi lengkap surat tersebut:

Kepada
Yth. Bapak Imam Nahrawi
Menteri Pemuda dan Olahraga RI

Salam olahraga,

Merujuk kepada surat Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 01307 Tahun 2015,
tertanggal 17 April 2015, berupa pengenaan sanksi administratif berupa kegiatan
keolahragaan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia tidak diakui, maka dengan ini kami mewakili Komite Eksekutif PSSI masa bakti 2O15-2019 secara resmi meminta agar Bapak Menteri mencabut surat tersebut.

Perlu kami sampaikan, bahwa Ketua Umum PSSI yang sekarang berada di Bahrain dalam rangka menghadiri 26th AFC Congress, mendapat teguran keras dari induk olahragasepakbola Asia dan Dunia (AFC dan FIFA)tentang hal tersebut di atas.

Intinya, FIFA bersama AFC akan melakukan tindakan kepada sepakbola Indonesia yang berdampak langsung terhadap semua event sepakbola internasional yang akan/segera dan sedang berlangsung sesuai dengan Statuta FIFA art.14 par.3

‘A suspended member shall lose its membership rights. Other members may not
entertain sporting contact with a suspended Mmember. The Disciplinary Committee
may impose further sanctions.’

Hal ini akan berdampak langsung terhadap keikutsertaan tim sepakbola lndonesia di SEA Games 2015, AFC Cup, AFF Women Championship 2015, AFC U14 Girls’ Regional Championship 2015, kualifikasi Piala Asia dan Dunia 2015/16, tuan rumah AFF U16 dan U19/2015 serta kegiatan pelatihan-pelatihan internasional.

Selaku anak bangsa kami yakin dan percaya Bapak Menteri dapat berlaku adil dan
terhormat dengan menarik surat tersebut demi nama baik Bangsa lndonesia. Sekian dan terima kasih.

La Nyalla Enggan Mengomentari Tim Transisi

JAKARTA, Idlucky7.com – Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti tak mau menanggapi soal Tim Transisi yang dibentuk oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. La Nyalla bersikukuh untuk terus menjalankan semua program PSSI.

Setelah sempat tertunda dua kali, Imam akhirnya mengumumkan susunan Tim Transisi PSSI di kantor Kemenpora, Jumat (8/5/2015). Tim ini merupakan bentuk implementasi dari salah satu butir surat keputusan pembekuan PSSI yang dikeluarkan oleh Menpora pada 17 April lalu.

Tim Transisi berisi 17 nama dari latar belakang berbeda. Beberapa di antaranya adalah Walikota Bandung Ridwan Kamil, Walikota Solo FX. Hadi Rudyatmo, Komisaris Utama Bank Mandiri Darmin Nasution, Dankodiklat TNI Letjend Lodewijk F. Paulus, pendiri Kaskus Andrew Darwis, hingga mantan pemain tim nasional Ricky Yakobi.

Menpora berencana mengumpulkan seluruh Anggota Tim transisi pekan depan. Siapa yang nantinya jadi ketua tim transisi akan dipilih sendiri oleh mereka.

Terkait hal ini, La Nyalla tak mau berkomentar. Ia menyatakan kalau PSSI akan jalan terus.

“Sama sekali tidak ada gunanya kami PSSI mengomentari itu. Jika saya komentari itu, tidak ada untungnya buat saya. Jika tidak saya komentari itu, juga tidak ada untungnya buat saya. Karena mau ada Tim Transisi atau tidak, sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi PSSI. PSSI akan terus berjalan istiqomah menjalankan semua program yang kami buat,” ungkap La Nyalla.

Salah satu pekerjaan rumah yang paling penting untuk Tim Transisi adalah kembali menggulirkan liga. Soal hal ini, La Nyalla yakin 18 klub ISL tidak akan mau ikut kompetisi di bawah Tim Transisi.

“Saya yakin, Liga dan klub-klub anggota PSSI tidak akan mau berkompetisi di bawah tim yang dibentuk oleh Menpora. Dan seperti yang sudah diketahui bersama, jika klub-klub sudah sangat tegas tidak ingin ikut berkompetisi di bawah Tim Transisi,” katanya.

Sanksi FIFA Merupakan Momentum Perbaikan PSSI dan Sepak Bola Indonesia

MALANG, Idlucky7.com – Pro kontra terus mengalir, seiring jatuhnya sanksi FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Indonesi (dalam hal ini PSSI). Banyak pihak yang beranggapan ini merupakan hal postitif bagi sepak bola tanah air. Namun tidak sedikit pula yang mengecam dan menyayangkan Indonesia harus menerima kenyataan ini.

Ketua Tim Kerja Monitoring Persiapan Asian Games 2018 yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Syaifuddin Munis, menilai sanksi FIFA terhadap Indonesia merupakan langkah baru guna memperbaiki berbagai persoalan yang terjadi terhadap sepak bola Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Syaifuddin ketika ditemui di Malang, Jawa Timur, Sabtu (31/5/2015). Menurutnya, pemerintah harus segera menjadikan putusan FIFA tersebut sebagai momentum membenahi PSSI.

“Presiden Joko Widodo, sangat mendukung penuh kebijakan Menpora untuk pembenahan sepak bola dan pembentukan tim transisi untuk terus melakukan reformasi total pada sistem tata kelola sepak bola Indonesia. Karenanya, Pembekuan dan jatuhnya sanksi FIFA terhadap PSSI itu bagaimana dijadikan momentum babak baru untuk membenahi sistem tata kelola sepak bola Indonesia yang lebih profesiobal dan berkualitas,” katanya.

“Momentum ini harus diapresiasi oleh seluruh masyarakat agar reformasi sepak bola di Indonesia bisa secepatnya berjalan. Reformasi itu menurutnya bisa dimulai dari tata kelola organisasi hingga sistem pembibitan muda,” Lanjut Munis.

“Perguliran sistem kompetisi harus dilakukan secara sistematis dan menyentuh semua level pembinaan. Mulai dari pembinaan kompetisi amatir antar kampung atau desa, antar siswa, antar kampus di Perguruan Tinggi, antar komunitas pemuda profesi hingga pembinaan klub-klub profesional yang menjadi tumpuan kehidupan bagi para atlet sepak bola berprestasi,” harap Syaifuddin.

“Masyarakat sepak bola harus mengapresiasi kebijakan Menpora dan dukungan tegas Presiden Jokowi yang sudah memberikan kepastian untuk pembenahan total sistem tata kelola sepak bola baru Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Syaifuddin menegaskan, kebijakan pembekuan PSSI dan Pembentukan Tim Transisi oleh Kemenpora juga merupakan gerbang positif bagi momentum ruang ekspresi rakyat dan publik pecinta sepak bola Indonesia. Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini sudah jenuh karena merindukan prestasi sepak bola Indonesia.

“Rakyat Indonesia harus optimistis karena sepak bola Indonesia jika dikelola secara baik, benar dan profesional, tim merah putih akan meraih prestasi di level dunia. Tetapi, upaya itu jelas tidak instan. Semoga tim merah putih nantinya, bisa berprestssi seperi ketika timnas Pra-Piala Dunia 1986 yang sempat menjuarai Grup A di level Asia, juara Piala Kemerdekaan 1987, juara SEA Games 1987 di Jakarta dan di SEA Games Manila 1991,” tuturnya.

“Tidak hanya di level senior, kesebelasan pelajar Indonesia juga pernah meraih juara Asia 2 kali pada tahun 1985 dan tahun 1987 dibawah pelatih Bockard Pape dari Jerman dan kapten Frans Sinatra Howae. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat serius membenahi sepak bola Indonesia hingga ke level amatir,” lanjut Syaifuddin

“Yang jelas, sepak bola bukan milik segelintir orang, tetapi milik bangsa Indonesia, milik rakyat Indonesia. Kalau sistem tata kelola yang dirancang oleh tim transisi dan dibawah pembinaan Kemenpora sudah berjalan aktif dan normal, kita optimistis pemerintah pasti akan melakukan komunikasi yang lebih fresh dan lebih progres dengan AFF, AFC dan FIFA,” kata Syaifudin.

“Rakyat Indonesia tak harus kecewa dan terlena tanpa semangat untuk memperbaiki sepak bola Indonesia. Saatnya menuju babak baru sepak bola Indonesia yang lebih baik,” tambahnya.

FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia setelah menggelar emergency meeting Komite Eksekutif di Zurich, Swiss, Sabtu (30/5/2015). Putusan itu diketahui melalui surat yang dikirimkan Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke.

Wapres JK Serukan Surat Pembekuan PSSI Dicabut

JAKARTA, Idlucky7.com — Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) meminta status pembekuan PSSI dicabut. Hal ini diungkapkan JK dalam pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, yang dihadiri juga oleh Ketua Dewan Kehormatan PSSI Agum Gumelar, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, dan Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan di Istana Wakil Presiden, Senin (25/5/2015).

JK meminta Menpora merevisi Surat Keputusan Nomor 01307 Tahun 2015 tentang sanksi administratif berupa pembekuan terhadap PSSI. Pencabutan itu, menurut JK, semata-mata demi menghindarkan Indonesia dari sanksi FIFA.

“Dalam pertemuan tadi disepakati sepak bola nasional harus tetap jalan dan berkompetisi dengan baik. Untuk itu, PSSI harus aktif lagi. Setelah (SK) itu direvisi, maka otomatis (PSSI) sudah diizinkan dan persoalan pun selesai,” kata JK seperti dilansir Antara.

Kekhawatiran penjatuhan sanksi dari FIFA terhadap Indonesia tak lepas dari kegagalan Tim Transisi bertemu dengan perwakilan otoritas sepak bola tertinggi di dunia itu. Sedianya, Tim Transisi berharap bisa bertemu petinggi FIFA pada 25 Mei ini atau empat hari sebelum tenggat waktu yang diberikan FIFA kepada Indonesia untuk menyelesaikan konflik internalnya.

Akan tetapi, FIFA menolak undangan pertemuan dari Tim Transisi itu. Dari surat yang dikirim Sekretaris Jenderal Jerome Valcke, FIFA menolak bertemu lantaran terlalu mepet dengan agenda kongres tahunan yang akan digelar pada 28-29 Mei. Selain itu, pada 25 dan 26 Mei juga tengah dilakukan rapat Komite Eksekutif FIFA.

Dalam surat yang sama, FIFA juga meminta Indonesia untuk segera membereskan konflik internal yang terjadi antara pemerintah dan PSSI. Andai masih berkonflik hingga 29 Mei, Indonesia terancam dibekukan.
Pembekuan itu akan berdampak pada banyak aspek sepak bola nasional. Untuk yang terdekat, Indonesia tak akan bisa mengirim tim sepak bola untuk ikut serta di SEA Games 2015.

PSSI Tunjuk Pieter Huistra Sebagai Pelatih Timnas

JAKARTA, Idlucky7.com – Siapa yang akan menjadi pelatih timnas senior menggantikan Alfred Riedl terjawab sudah. Adalah direktur teknik PSSI Pieter Huistra yang kini ditugasi menangani skuat Garuda.

Acting Sekjen PSSI, Azwan Karim, mengatakan bahwa penunjukkan Huistra sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu melalui rapat Komite Eksekutif (Exco). Penunjukkan itu dilakukan lantaran Huistra menjadi opsi paling utama.

“Kami sudah memutuskan Pieter Huistra sebagai pelatih timnas senior. Karena memang itu adalah opsi yang memungkinkan saat ini,” ungkap Azwan ketika dihubungi wartawan, Kamis (7/6).

Kendati begitu, Azwan menyebut pria asal Belanda itu hanya diberikan tugas untuk memimpin timnas di dua laga Kualifikasi Piala Dunia 2018.

“Tapi hanya bersifat interim. Karena dia hanya menangani dua laga di kualifikasi Piala Dunia 2018,” tambahnya.

Timnas bakal melakoni dua laga di Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2018, yakni melawan Cina Taipe pada 11 Juni dan menghadapi Irak lima hari berselang.

Sebelumnya, BTN telah memutuskan tidak memperpanjang kontrak pelatih Alfred Riedl lantaran gagal membawa juara di Piala AFF 2014 lalu. BTN pun akhirnya mengundang Huistra sebagai penasihat untuk menunjuk pelatih baru timnas Indonesia.

Kang Emil Siap Maju Temui FIFA

BANDUNG, Idlucky7.com – Setelah diumumkan Menpora hari ini, Tim Transisi PSSI akan dikumpulkan pekan depan dan secepatnya melakukan komunikasi dengan FIFA. Walikota Bandung, Ridwan Kamil, menyatakan siap jika dia ditugaskan menemui FIFA.

“Kalau saya diminta lobi internasional saya sangat siap. Hubungan internasional saya banyak, mungkin saya bisa bantu mendudukan logika-logikanya,” sahut Ridwan Kamil.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ridwan Kamil kepada wartawan di rumah dinasnya, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Jumat malam (8/5/2015). Beberapa jam sebelumnya, pria yang akrab disapa Kang Emil itu masuk dalam daftar 17 nama anggota Tim Transisi PSSI bentukan Menpora.

Ridwan Kamil tidak membantah kalau salah satu alasan penunjukkan dirinya adalah hubungan dekatnya dengan Persib Bandung dan Bobotoh.

“Salah satunya (dekat dengan Persib dan Bobotoh). Menpora tahu saya dekat dengan sepakbola, saya main di Persib saat SMA. (Setelah) jadi walikota memberi dukungan moril pada Persib dan Bobotoh juga,” ucapnya.

Ridwan Kamil berharap seluruh pihak mau memberi toleransi untuk dilakukan perbaikan pada sepakbola nasional. Klub-klub disebutnya telah menjadi korban dengan terhentinya roda kompetisi.

“Kita berprasangka baik sajalah, kalau semua orang tidak memberi ruang (akan) susah beberes-beres. Kasihan klub-klub berhenti, memang menggaji pemain gampang. Katanya ada klub yang mau bubar karena gak ada sponsor, uangnya hanya datang dari pertandingan. Persib mah lumayan sudah kunci kontrak, (tapi) yang lain2-lain kan enggak begitu,” lanjutnya