Arsip Tag: Copa America 2015

Peru Kalahkan Paraguay di Perebutan Tempat Ketiga

CONCEPCION, Idlucky7.com – Peru meraih tempat ketiga Copa America 2015 setelah menaklukkan Paraguay 2-0 pada laga perebutan juara ketiga Copa America 2015, yang dihelat di Estadio Municipal de Concepcion, Jumat atau Sabtu (4/7/2015) pagi WIB.

Sejak wasit meniup peluit tanda laga dimulai, Peru tampil menekan. Hal itu terlihat saat pertandingan baru berjalan tujuh menit, Peru hampir unggul terlebih dahulu jika bola tendangan dari luar kotak penalti yang di lepaskan Yordy Reyna tak mampu dihalau kiper Paraguay, Justo Villar.

Paraguay mulai mencoba keluar dari tekanan para pemain Peru pada pertengahan babak pertama. Pada menit ke-24, skuat asuhan Ramon Diaz itu pun memperoleh peluang pertamanya melalui aksi Oscar Romero. Mendapatkan ruang tembak di luar kotak penalti, Romero berhasil melepaskan tendangan keras ke arah gawang Peru. Akan tetapi, bola tendangannya masih dapat diblok kiper Peru, Pedro Gallese. Babak pertama pun berakhir dengan skor kaca mata 0-0.

Memasuki babak kedua, tepatnya pada menit ke-48, para pendukung Peru akhirnya bersorak setelah Andre Carrillo sukses membobol gawang Paraguay. Gol itu tercipta seusai memanfaatkan kesalahan pemain belakang Paraguay yang kurang sempurna saat mengantisipasi bola sundulan Guerrero.

Tertinggal 1-0, Paraguay berinisiatif menyamakan kedudukan. Tercatat dua kali mereka mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan melalui aksi Oscar Romero dan Edgar Benitez pada menit ke-66 dan menit ke-67. Namun, kedua peluang itu masih gagal menghasilkan gol.

Satu menit menjelang akhir laga, justru Guerrero yang mampu menggandakan keunggulan Peru seusai memaksimalkan umpan silang Joel Sanchez. Skor 2-0 untuk Peru pun tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil ini menjadikan Peru sebagai tim peraih tempat ketiga diperhelatan ajang Copa America 2015.

Paraguay Kalahkan Jamaika 1-0

Idlucky7.com – Paraguay meraih kemenangan tipis 1-0 atas Jamaika, pada pertandingan lanjutan penyisihan Grup B Copa America 2015, di Estadio Regional Calvo y Bascunan, Selasa malam atau Rabu (17/6/2015) pagi WIB.

Gol semata wayang Paraguay disumbangkan Edgar Benitez pada menit ke-36. Dari tengah lapangan, Victor Cáceres melepaskan umpan panjang ke jantung pertahanan lawan. Kiper Jamaika, Duwayne Kerr, yang sudah berada di depan kotak penalti berhasil menyundul bola. Namun, aksi berani Kerr malah menjadi petaka bagi timnya. Bola hasil tandukan Kerr mengenai lutut Benitez. Bola kemudian memantul dan melambung melewati Kerr sebelum bersarang ke gawang Jamaika.

Setelah gol tersebut, Paraguay tetap menguasai jalannya pertandingan. Roque Santa Cruz dan kawan-kawan memiliki sejumlah peluang emas. Namun, tak ada gol tambahan yang diciptakan Paraguay hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Dengan kemenangan ini, untuk sementara Paraguay menjadi pemuncak Grup G dengan mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Sementara Jamaika terpuruk di dasar klasemen setelah menelan dua kekalahan beruntun.

Selanjutnya, Paraguay akan bertemu Uruguay, Sabtu (20/6/2015). Adapun Jamaika akan menghadapi Argentina.

Hancurkan Bolivia, Chile Juara Grup A

SANTIAGO, Idlucky7.com – Setelah menghancurkan Bolivia, Chile memastikan lolos ke perempatfinal Copa America sebagai juara Grup A. Tuan rumah menuntaskan laga terakhir fase grup dengan kemenangan telak 5-0 atas Bolivia pada laga yang diberlangsung di Estadio Nacional, Sabtu (20/6/2015) pagi WIB.

Kedua tim sama-sama dipastikan lolos ke perempatfinal, menyusul kekalahan Meksiko atas Ekuador. Chile dan Bolivia pun hanya tinggal menentukan siapa yang keluar sebagai juara grup.

Tampil menekan sejak laga dimulai, Chile berhasil membuka keunggulan saat laga memasuki menit ke-3. Gary Medel melepaskan umpan jauh ke Eduardo Vargas yang berlari ke belakang garis pertahanan Bolivia. Vargas yang berusaha mengontrol bola, namun memantul cukup jauh dari jangkauannya. Saat itulah Charles Aranguiz datang dan melepaskan tendakan keras ke pojok kiri bawah.

Pada menit ke-37, Alexis Sanchez berhasil menggandakan keunggulan Chile. Dalam sebuah skema serangan cepat, Alexis menusuk dari kiri ke tengah pertahanan Bolivia dan mengoper ke Jorge Valdivia di kanan. Valdivia lalu mengirim umpan silang ke kembali ke Alexis yang berlari memasuki kotak penalti. Bola berhasil disundul Alexis ke pojok kiri gawang untuk menorehkan gol perdananya di ajang Copa America. Skor 2-0 untuk keunggulan Chile bertahan hingga babak pertama selesai.

Memasuki paruh waktu kedua, Chile mampu memperlebar keunggulan. Gol ketiga Chile tercipta pada menit ke-66 kembali lewat kaki Aranguiz. Berdiri di tiang jauh pertahanan Bolivia, Aranguiz menerima umpan Henriquez dari kanan dan sempat mengelabui satu bek Bolivia. Dengan cerdik Aranguiz menyontek bola melewati hadangan kiper.

Pada menit ke-79, gelandang Inter Milan, Medel, ikut mencatatkan namanya di papan skor. Menuntaskan umpan terobosan Valdivia, ia sukses mencukil bola melewati hadangan kiper.

Derita Bolivia kian bertambah. Empat menit jelang waktu normal usai, Bolivia kembali kemasukan satu gol lagi. Kali ini melalui pemainnya yang melakukan gol bunuh diri. Bermaksud menghalau bola, Ronald Raldes malah melambungkan bola melewati kiper dan masuk ke gawang timnya. Hingga pertandingan selesai, skor 5-0 untuk Chile tak berubah.

Dengan kemenangan ini, Chile berhak lolos ke perempatfinal sebagai juara Grup A dengan nilai 7 dari tiga laga. Sementara Bolivia menemani sebagai runner-up dengan koleksi empat poin.

Messi Tolak Gelar Pemain Terbaik

SANTIAGO, Idlucky7.com — Chile meraih tahta sebagai kampiun Copa America 2015 usai menaklukkan Argentina melalui drama adu penalti, Sabtu (4/7/2015) pagi dini hari WIB. Namun, siapakah Pemain Terbaik Copa America 2015 yang berhak meraih trofi Bola Emas?

Penyerahan trofi Bola Emas biasanya dilakukan sebelum penyerahan gelar juara untuk tim. Penjaga gawang Chile, Claudio Bravo, memperoleh trofi Sarung Tangan Emas sebagai kiper terbaik, sedangkan penyerang Chile, Eduardo Vargas, meraih Sepatu Emas untuk penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.

Akan tetapi, hingga selesai prosesi penyerahan trofi juara untuk Chile, tak ada pengumuman pemain terbaik turnamen.

AS melaporkan, seharusnya trofi Bola Emas Copa America 2015 jatuh ketangan pemain asal Argentina, Lionel Messi. Namun, La Pulga menolak penghargaan tersebut.

Ini bukan kali pertama Messi menolak status sebagai pemain terbaik. Pada laga pembuka melawan Paraguay, Messi juga menolak penghargaan tersebut.

Hal ini cukup beralasan. Bagi Messi, sebagai salah seorang pemain yang telah meraih berbagai gelar individu baik di level tim maupun negara, penghargaan individu bukanlah target utama bersama tim nasional. Kapten Tim Tango itu sangat menginginkan gelar juara bersama timnya. Hal itu bisa dilihat dari reaksi Messi seusai dikalungi medali perak.

Tahun lalu, Messi juga dianugerahi gelar Pemain Terbaik Piala Dunia 2014. Namun, banyak komentar miring muncul lantaran penghargaan tersebut dianggap sebagai “hadiah hiburan” bagi Messi.

Hal yang sama terjadi pada gelaran Copa America 2015 kali ini. Alih-alih mendapatkan “gelar hiburan” serupa, Messi menolaknya sehingga trofi Bola Emas tak menjadi milik siapa pun.

Dikalahkan Ekuador, Meksiko Angkat Koper Lebih Cepat

RANCAGUA, Idlucky7.com – Meksiko menjadi tim pertama yang dipastikan tersingkir di perhelatan Copa America 2015. El Tricolor takluk 1-2 dari Ekuador di laga penentuan grup. Ekuador memaksa Meksiko angkat koper lebih cepat.

Laga Meksiko kontra Ekuador digelar di Estadio El Teniente, Sabtu (20/6/2015) pagi WIB. Meksiko menempati posisi tiga sementara dengan poin dua dari dua laga yang telah dilakoni. Sementara Ekuador belum mengumpulkan point sama sekali. Posisi satu-dua ditempati Chile dan Bolivia yang sama-sama mengoleksi empat poin.

Seharusnya kemenangan akan membuka peluang Meksiko lolos ke perempatfinal masih semakin besar. Namun mereka justru tampil tertekan dan akhirnya kandas di tangan Ekuador.

Pada menit ke-26 Meksiko tertinggal melalui sebuah serangan balik cepat. Miller Bolanos memberikan umpan ke Enner Valencia yang berada di sisi kiri, penyerang West Ham United itu coba mengarahkan sepakan ke gawang. Bola sepakannya masih membentur bek Meksiko namun bola mengarah ke Bolanos yang berdiri di sebelah kanan. Dengan mudah Bolanos memasukkan bola ke gawang yang sudah kosong.

Ekuador kemudian manambah keunggulan pada menit ke-57 memanfaatkan kesalahan barisan pertahan Meksiko. Juan Carlos Medina kehilangan bola di wilayah pertahanan timnya, Bolanos berhasil memanfaatkan keadaan tersebut. Bolanos dengan cepat melepaskan umpan terobosan kepada Valencia yang berdiri nyaris tak terkawal. Tanpa kesulitan, Valencia yang langsung berhadapan dengan penjaga gawang berhasil menciptakan gol kedua untuk Ekuador.

Pada menit ke-64, Meksiko mampu memperkecil ketertinggalan melalui titik putih. Penalti diberikan setelah Gabriel Achilier melanggar Hugo Ayala di kotak terlarang. Raul Jimenez yang maju sebagai algojo berhasil menjalankan tugas dengan baik.

Di sisa waktu, tak ada gol tambahan tercipta. Meksiko pun harus tersingkir karena harus bertukar posisi dengan Ekuador. Mereka menuntaskan perjalanan di posisi juru kunci Grup A, sementara Ekuador naik ke peringkat tiga dengan poin tiga.

Ekuador pun turut membuka kesempatan lolos lewat jalur tim terbaik penghuni peringkat tiga. Sebagai catatan, dua dari tiga tim penghuni urutan tiga fase grup akan melaju ke perempatfinal.

Sementara ini tim asuhan Gustavo Quinteros ada di posisi ketiga alias terbawah di belakang Uruguay dan Venezuela. Di sisi lain, bagi Chile dan Bolivia hasil di laga ini memastikan mereka berdua lolos ke perempatfinal.

Menang Adu Penalti, Chile Rengkuh Juara Copa America 2015

SANTIAGO, Idlucky7.com — Chile merengkuh gelar Copa America untuk pertama kalinya setelah mampu menang atas Argentina pada laga final yang dihelat di Estadio Nacional Julio Martinez, Sabtu atau Minggu (5/7/2015) dini hari WIB. Chile menang 4-1 melalui adu penalti, setelah pada waktu normal 2 x 45 menit dan waktu tambahan 2 x 15 menit sama kuat 0-0.

Alexisis Sanchez menjadi penentu kemenangan Chile setelah dalam drama adu penalti yang menegangkan tersebut, ia berhasil mengecoh kiper Sergio Romero dengan tendangan penalti ala Panenka. Sementara di kubu Argentina, hanya Lionel Messi yang berhasil mencetak gol, sedangkan dua eksekutor lainnya, Gonzalo Higuain dan Ever Banega, tak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Dari lima kali kesempatan tampil di partai puncak setelah 1955, 1956, 1979, dan 1987, Ini merupakan titel pertama Chile dalam 99 tahun sejarah gelaran Copa America. Sementara itu, Argentina, yang telah 14 kali menjuarai ajang ini, lagi-lagi harus menunda keinginan mengakhiri paceklik gelar internasional dalam 22 tahun terakhir. Sebelumnya, mereka pun gagal pada final Piala Dunia Brasil karena kalah 0-1 dari Jerman.

Sejak wasit Wilmar Roldan membunyikan peluit kick-off, laga kedua tim berlangsung ketat. Chile, yang selaku tuan rumah, langsung menggebrak dengan serangan berbahaya.

Arturo Vidal memberikan ancaman setelah menerima umpan Alexis Sanchez, pada menit ke-13. Beruntung, kiper Sergio Romero sangat sigap mengantisipasi sehingga selamatlah gawang Argentina.

Setelah itu, Chile terus berusaha menguasai pertandingan. Pada menit ke-22, peluang kembali diperoleh Eduardo Vargas, tetapi tendangannya masih melambung di atas mistar gawang.

Argentina pun sempat membuat pendukung tuan rumah tersentak, ketika pada menit ke-20 sundulan Sergio Aguero dari dalam kotak penalti langsung mengarah ke mulut gawang. Beruntung Claudio Bravo mampu bereaksi dengan baik untuk menghalaunya.

Argentina harus kehilangan Angel di Maria, yang mengalami cedera pada menit ke-29. Pelatih Gerardo Martino terpaksa menggantikannya dengan Ezequiel Lavezzi.

Masuknya pemain Paris Saint-Germain ini cukup memberikan harapan postitif. Di pengujung babak pertama, Argentina melancarkan serangan dari sayap kiri melalui Javier Pastore. Bola yang diumpan ke mulut gawang langsung disambut Lavezzi, tetapi lagi-lagi Bravo membuat penyelamatan gemilang dengan mengebloknya. Babak pertama berakhir 0-0.

Usai turun minum, Chile tetap mendominasi laga. Serangan banyak dilakukan melalui sisi kiri pertahanan Argentina. Akan tetapi, lagi-lagi kurang tenangnya Chile dalam melakukan penyelesaian akhir membuat gol yang diharpkan tak kunjung datang.

Pada menit ke-87, Argentina sempat menciptakan gol melalui tendangan Lavezzi. Sayang, wasit menganulirnya karena Lavezzi sudah dalam posisi offside saat menerima umpan dari Messi. Di pengujung laga pun, Argentina kembali mendapatkan peluang, tetapi sontekan Higuain menyambut umpan silang Lavezzi hanya mengenai sisi kiri gawang Bravo. Alhasil, pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Selama babak perpanjangan, tetap tak ada gol yang tercipta. Status pemenang pun harus ditentukan lewat adu penalti.

Dalam drama tersebut, Chile tampil sangat percaya diri. Empat penendangnya, yang dimulai dari Mati Fernández, disusul Arturo Vidal, Charles Aranguiz, hinggal Alexis Sanchez, berhasil menjebol gawang Romero.

Sebaliknya, Argentina tak berdaya menghadapi adu tendangan penalti ini. Setelah gol Messi, pasukan Albiceleste justru melempem karena tendangan Higuain melayang dan eksekusi Banega di sisi kiri gawang bisa dihalau Bravo. Chile pun menang 4-1, dan berhak menyandang sebagai jawara Copa America 2015.

Hukuman Neymar Diperberat Menjadi Empat Laga

SANTIAGO, Idlucky7.com – Brasil harus menjalani sisa laga Copa America tanpa kehadiran Neymar. Hukuman Neymar kian diperberat menjadi larangan empat laga akibat ulahnya pada pertandingan Brasil kontra Kolombia. Hukuman itu membuat dia tak akan bisa membela Brasil di sisa Copa America 2015.

Neymar diganjar kartu merah setelah laga Brasil kontra Kolombia di Estadio Monumental David Arellano, Rabu (17/6/2015) lalu, berakhir. Pada laga tersebut, Brasil takluk 0-1.

Kartu merah untuk Neymar dipicu oleh tindakan bodoh yang memancing emosi kubu Kolombia. Setelah wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir, penyerang Barcelona itu menendang bola yang kemudian mengenai punggung Pablo Armero. Jeison Murillo yang coba menenangkan Neymar, malah justru diberi tandukan meski tidak terlalu keras. Hal ini memicu ketegangan diantara para pemain lainnya.

Komisi Disiplin Copa America awalnya menjatuhkan hukuman dua laga untuk Neymar. Hukuman tersebut kemudian dikurangi menjadi satu laga oleh CONMEBOL. Namun, hukuman ini sifatnya masih sementara karena komisi disiplin akan bertemu lagi pada Jumat (19/6) untuk menentukan hukuman final.

Setelah melakukan pertemuan, komisi disiplin akhirnya memutuskan untuk menjatuhkan hukuman empat laga kepada Neymar. Hal itu berarti Neymar tak akan bisa main lagi di Copa America 2015 sekali pun negaranya lolos ke final.

Brasil sendiri belum tentu lolos dari babak penyisihan grup di Copa America 2015. Selecao akan menjalani laga penentuan melawan Venezuela di Santiago pada Minggu (21/6) waktu setempat.

Argentina Vs Paraguay Seri, Messi Kecewa

LA SERENA, Idlucky7.com – Datang ke Copa America dengan harapan bisa menuntaskan puasa gelar di level internasional selama 22 tahun, Argentina justru mengawali kompetisi dengan kurang meyakinkan. Argentina melakukan start dengan hasil kurang memuaskan di Copa America setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 saat berhadapan dengan Paraguay.

Hasil itu terasa menyesakkan karena Argentina lebih dulu unggul 2-0. Dua gol Sergio Aguero dan Messi dibabak pertama dibalas tuntas oleh Nelson Haedo Valdez dan Lucas Barrios di paruh babak kedua.

Hasil ini begitu disesali Lionel Messi. Kemenangan yang sudah didepan mata harus sirna, karena Argentina kurang bermain fokus dan membiarkan Paraguay menguasai permainan babak kedua.

“Kami melakukan kesalahan di mana kami seharusnya lebih banyak memegang bola di babak kedua dan mengendalikan permainan, bukan mereka,” sahut Messi yang meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk.

“Itu membuat Anda gila saat memimpin 2-0 tapi menuntaskan pertandingan dengan imbang. Kami harusnya menurunkan tempo saat mereka datang (menyerang) di babak kedua,” lanjutnya.

Hasil imbang di pertandingan pertama belum menutup peluang Argentina untuk lolos ke fase knock out. Tapi perjuangan mereka akan lebih berat karena di pertandingan selanjutnya mereka akan menghadapi Uruguay.

“Sekarang kami harus memikirkan Uruguay dan kami tahu kalau kami harus menang. Ada banyak hal yang harus diperbaiki dan ini baru pertandingan pertama, kami harus sangat tenang,” ucap Messi.

Uruguay adalah juara bertahan Copa America. Duel ini diprediksi akan berjalan panas karena Uruguay adalah tim yang menyingkirkan Argentina di babak perempatfinal edisi 2011, kala itu Argentina merupakan tuan rumah.

Aguero Bawa Argentina Tundukkan Uruguay

LA SERENA, edisibola.com – Argentina memetik kemenangan 1-0 saat bertemu Uruguay pada lanjutan Grup B Copa America 2015 di Stadion La Portada de La Serena, Selasa malam atau Rabu (17/6/2015) WIB.

Laga antara Argentina dan Uruguay ini diwarnai dengan diusirnya pelatih Argentina, Gerardo Martino pada menit ke-33. Pelatih Tim Tango itu mendapat kartu merah dari wasit Sandro Ricci lantaran melakukan protes berlebihan, sesaat setelah pemain Uruguay, Nicolas Lodeiro, dikartu kuning. Kendati tanpa didampingi sang pelatih selama sisa pertandingan, Argentina tetap mampu mendominasi laga.

Pada menit ke-56, bermula dari pergerakan Javier Pastore di dalam kotak penalti Uruguay, bola lantas diarahkan ke sisi kanan area penyerangan Argentina. Tak terkawal, Pablo Zabaleta kemudian melepaskan umpan silang ke tiang dekat. Sergio Aguero langsung bergerak menjemput bola dan melepaskan sundulan yang tak mampu dibendung kiper Uruguay, Fernando Muslera.

Sial bagi Aguero, ternyata aksi sundulannya sambil menjatuhkan diri berakibat nyeri pada bahunya. Sempat memaksakan bermain sambil menahan sakit, akhirnya Aguero digantikan oleh Carlos Tevez pada 10 menit terakhir pertandingan.

Hingga laga usai, tak ada gol tambahan tercipta. Argentina mampu menjaga keunggulan 1-0 atas Uruguay berkat gol tunggal Aguero.

Dengan hasil ini, Argentina dan Paraguay sama-sama memimpin Grup B dengan empat poin dan selisih gol identik (3-2), disusul Uruguay (3) dan Jamaika (0). Uruguay akan berhadapan dengan Paraguay pada laga pamungkas Grup B, Sabtu (20/6/2015).

Hasil Imbang, Pastikan Peru ke Perempat Final

TEMUCO, Idlucky7.com – Peru lolos ke perempat final setelah bermain imbang 0-0 melawan Kolombia, pada lanjutan laga Grup C Copa America 2015 yang dihelat pada Minggu malam atau Senin (22/6/2015) dini hari WIB.

Hasil imbang itu tentu saja menjadi kerugian untuk Kolombia. Sebab, tim asuhan Jose Pekerman tersebut tampil menguasai pertandingan dibandingkan Peru. Sepanjang laga, Radamel Falcao dkk melepaskan 16 tembakan berbanding 7 milik Peru. Namun, tak ada gol tercipta hingga laga berakhir dan kedua tim harus puas bermain dengan skor kaca mata.

Dengan tambahan satu angka itu, Peru untuk sementara memimpin klasemen Grup C dengan torehan 4 poin. Peru berhak berada di puncak grup karena memiliki produktivitas gol (2-2) lebih baik dari pada Kolombia (1-1).

Apa pun dari hasil laga antara Brasil dan Venezuela, Peru dipastikan takkan terlempar dari posisi dua besar. Lain halnya dengan Kolombia.

Radamel Falcao dkk harus berharap salah satu antara Brasil dan Venezuela kalah pada laga pamungkas fase grup. Dengan begitu, Kolombia bisa lolos sebagai salah satu dari peringkat ketiga terbaik.

Andai Brasil dan Venezuela berakhir imbang dan sama-sama mencetak gol, Kolombia dipastikan tersisih dari Copa America 2015.