Semua tulisan dari Poppy Handayani

Ancelotti : Meski Tersingkir, Madrid Telah Bermain Maksimal

MADRID, Idlucky7.com – Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, menilai timnya sudah memberikan performa yang maksimal di laga semifinal Liga Champions kontra Juventus. Sayang Dewi Fortuna tidak berpihak pada Los Blancos yang akhirnya harus tersingkir.

Mengejar ketertinggalan 1-2 di leg pertama, Madrid tampil menekan sejak menit awal laga leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (14/5/2015) dinihari WIB. Mereka tak memberikan kesempatan Juve mengembangkan permainan. Di menit ke-23 melalui sebuah skema serangan, para pemain Madrid membuat Giorgio Chiellini harus melanggar James Rodriguez di kotak penalti dan membuahkan gol penalti Cristiano Ronaldo yang membawa Madrid unggul 1-0, sekaligus berada di posisi terdepan dalam perebutan tiket ke final.

Setelah gol tersebut Madrid kian bernafsu mencetak gol tambahan, namun ketangguhan Gianluigi Buffon mementahkan segala peluang tuan rumah.

Di babak kedua Juve mulai membaik dan mampu mengimbangi permainan Madrid, sampai akhirnya gol Alvaro Morata di menit ke-57 membuat skor imbang 1-1 dan bertahan hingga laga usai. Usaha Madrid untuk membobol gawang Buffon pun sia-sia karena tak satupun peluang yang bisa dikonversi menjadi gol.

Dengan hasil tersebut Madrid harus tersingkir setelah kalah agregat 2-3. Hasil yang didapat Los Merengues harusnya lebih baik mengingat mereka punya 23 shot sepanjang 90 menit tapi hanya lima yang tepat sasaran.

“Kami sudah kalah di leg pertama. Kami sudah bermain maksimal (di leg kedua) tapi kami memang tidak beruntung,” ujar Ancelotti di Football Espana.

“Kami mengontrol pertandingan dan punya banyak kesempatan bagus bikin gol, tapi kami tidak cukup beruntung untuk mencetak gol di menit-menit akhir,” imbuhnya.

“Jelas saya kecewa dengan itu tapi saya pikir kami memang kurang beruntung di laga itu. Kami punya banyak kesempatan bikin gol kedua, tapi tidak mampu melakukannya.”

“Saya pikir (Gareth) Bale tampil lebih baik dibanding leg pertama, tapi seluruh tim bekerja keras. Kami sudah berbuat sebisa kami, tapi itu tidak cukup untuk mengantarkan ke final,” tutup Ancelotti.

Thanks, God! Pemerintah Bekukan PSSI!

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akhirnya mengambil langkah tegas terhadap PSSI. Lantaran mengabaikan tiga surat teguran tertulis, PSSI pun dibekukan oleh Menpora.

Sebagai informasi, Menpora telah melayangkan tiga surat peringatan dalam satu pekan terakhir. PSSI diminta untuk memerintahkan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya untuk memenuhi permintaan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Akan tetapi, PSSI tak kunjung memenuhi peringatan Menpora hingga tenggat waktu yang ditetapkan pada Jumat (17/4/2015) sore. Pada hari yang sama, Menpora pun menjatuhkan sanksi kepada PSSI.

“Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang pengenaan sanksi administratif berupa kegiatan keolahragaan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia tidak diakui,” demikian bunyi surat yang menyertakan tanda tangan Imam Nahrawi.

Dalam surat tersebut, Menpora juga menegaskan tak akan mengakui Kongres Luar Biasa (KLB) atau Kongres Biasa yang digelar PSSI. Padahal, KLB sedang digelar pada Sabtu (18/4/2015) ini di Surabaya guna memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan komite eksekutif untuk periode 2015-2019.

Seiring pembekuan ini, PSSI bakal diambil alih oleh Tim Transisi. Tim ini juga bakal bertanggung jawab untuk persiapan Timnas Indonesia jelang SEA Games 2015 di Singapura.

Kendati demikian, KLB PSSI tetap berjalan. La Nyalla Mahmud Mattalitti terpilih sebagai ketua umum yang baru.

Berikut isi surat pembekuan dari Kemenpora:

“Bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 121 ayat (2) dan Pasal 122 ayat (2) huruf g Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, Menteri mempunyai kewenangan untuk pengenaan sanksi administratif pada tiap pelanggaran administratif dalam pelaksanaan penyelenggaraan keolahragaan tingkat nasional,”

“Bahwa secara de facto dan de jure sampai dengan tenggat batas waktu yang telah ditetapkan dalam Teguran Tertulis Nomor 01133/Menpora/IV/2015 tanggal 16 April 2015, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia nyata-nyata secara sah dan meyakinkan telah terbukti mengabaikan dan tidak mematuhi kebijakan Pemerintah melalui Teguran Tertulis dimaksud”

“Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b perlu menetapkan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang pengenaan Sanksi Administratif berupa kegiatan Keolahragaan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia tidak diakui,”

Ayah Maradona Meninggal Dunia

Idlucky7.com – Kabar duka menyelimuti keluarga legenda hidup sepakbola Argentina, Diego Maradona. Ayahanda Maradona, Don Diego, meninggal dunia pada usia 87 tahun.

Kondisi kesehatan Don Diego dikabarkan sudah menurun selama beberapa waktu terakhir, hal ini membuatnya harus mendapat perawatan di sebuah rumah sakit di Buenos Aires, Argentina. Kamis, (25/6/2015) waktu setempat, Don Diego meninggal dunia karena komplikasi saluran pernapasan dan jantung.

“Saya meminta doa dari rakyat Argentina untuk ayah saya karena dia sedang berada di depan pintu kematian,” ujar Maradona ketika ayahnya masih berada dalam kondisi kritis.

Maradona adalah anak kelima dari Don Diego dan Dalma Salvadora Franco. Keempat kakaknya adalah perempuan. Ibu Maradona, Dalma, sudah lebih dulu meninggalkannya pada 2001.

Pada tahun 2014, Maradona sempat mengucapkan rasa terima kasih yang teramat besar kepada sang ayah. Dia mengenang bagaimana Don Diego selalu mengantarnya ke tempat latihan ketika kecil.

“Saya bangga terhadap ibu saya, yang selalu menahan lapar tiap malam supaya kami bisa makan. Juga ayah saya, yang selalu mengantarkan saya pergi berlatih terlepas segala kesulitan di dunia ini,” ujar Maradona seperti dilansir Marca.

“Ada waktu-waktu di mana dia harus berutang untuk membayari ongkos bus saya, supaya saya bisa pergi ke tempat latihan.”
“Hidup seorang pesepakbola tidaklah mudah, yang terpenting di dalamnya adalah keluarga,” kata Maradona.

Sakit Kanker, Istri Rio Ferdinand Meninggal Dunia

LONDON, Idlucky7.com – Hati Rio Ferdinand tengah dirundung duka. Istri bek Queens Park Rangers itu baru saja mengembuskan napasnya yang terakhir akibat kanker yang diderita.

“Belahan jiwaku pergi meninggalkanku malam tadi. Rebecca, istriku yang cantik, meninggal dunia dengan tenang setelah perang yang singkat dengan kankernya di Rumah Sakit Marsden di London,” demikian pernyataan resmi Ferdinand seperti termuat di situs QPR.

Rebecca Ellison, 34 tahun, dinikahi Ferdinand pada tahun 2009 lalu. Dikutip dari Guardian, Rebecca meninggal dunia akibat kanker payudara.

Dari kisah cintanya bersama Ferdinand, Rebecca memiliki tiga orang anak yakni Lorenz (9 tahun), Tate (6 tahun) dan Tia (4 tahun).

“Dia seorang ibu penuh cinta yang fantastis pada tiga anak kami. Dia akan dirindukan sebagai istri, saudari, bibi, anak dan cucu. Dia akan hidup dalam kenangan kami, sebagai pembimbing dan inspirasi.”

“Saya, orang tua saya Janice dan Julian, bersama orang tua Rebecca Lesley dan Stephen, mengucap terimakasih pada seluruh keluarga, teman dan kolega di klub yang menemani di hari, pekan dan bulan-bulan menyedihkan ini.”

“Saya juga ingin mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan keahlian staff (medis) yang dipimpin oleh Professor Johnstone dan Clarke di Rumah Sakit Royal Marsden. Upaya luar biasa mereka untuk menolong Rebecca tidak akan dilupakan.”

“Kami sangat berduka atas kehilangan ini. Kami menghargai jika diberi ruang privasi untuk berduka,” demikian pernyataan duka Ferdinand secara lengkap.

Atas kabar duka ini seluruh pemain QPR akan memakai ban hitam dilegannya saat berhadapan dengan Liverpool.

Barca vs Juve : Allegri Tak Hanya Fokus pada Messi

BERLIN, Idlucky7.com – Menghentikan aksi penyerang Barcelona, Lionel Messi, memang akan menjadi pekerjaan rumah yang rumit untuk setiap pelatih, tidak terkecuali bagi pelatih Juventus, Massimiliano Allegri. Bahkan sang pelatih itu mengatakan tidak akan menyia-nyiakan waktu dengan hanya fokus bagaimana menjaga pergerakan Messi pada partai final Liga Champions yang mempertemukan Barcelona kontra Juventus di Berlin, sabtu (6/6) atau Minggu (7/6) dini hari WIB.

Messi memang layak mendapat sorotan dengan aksi impresifnya bersama Luis Suarez dan Neymar. Trio Barca yang dikenal dengan sebutan Trio MSN itu telah mengoleksi lebih dari 120 gol pada semua ajang kompetisi sepanjang musim 2014-15. Meski mengakui kehebatan penyerang berjuluk La Pulga itu, Allegri yang menganggap Juventus sebagai tim underdog pada laga nanti mengatakan tidak akan hanya fokus menghentikan pergerakan bintang asal Argentina itu.

“Menjaga Messi secara satu lawan satu, hampir mustahil dapat dilakukan. Kami hanya perlu melakukan memberikan yang terbaik dengan selalu membatasi alur bola yang mengalir kepadanya. Akan tetapi Barca juga memiliki penyerang lain Suarez dan Neymar. Mereka punya banyak pemain dengan kualitas teknik yang luar biasa, dan karena itu kami perlu bermain dengan berani sepanjang pertandingan dan memanfaatkan peluang semaksimal mungkin,” jelas Allegri dilansir Sportsmole, Jumat (5/6/2015).

Menjaga pergerakan Messi memang tidak akan mudah, Bayern Muenchen pernah merasakan sihir pemain bertubuh mungil tersebut. Meski Bayern mempunyai pelatih sekelas Josep Guardiola yang sangat mengenal gaya bermain Messi, namun hal tersebut tidak menjadi acuan bahwa pergerakan La Pulga dapat dengan mudah dihentikan. Hasilnya dua gol Messi di leg pertama semifinal lalu, memiliki andil sangat besar untuk menjegal klub raksasa Jerman tersebut dari Liga Champions.

Messi menjadi aktor utama kemenangan Barcelona lewat dua golnya untuk menaklukkan Bayern. Barca sukses menutup duel leg pertama babak semifinal Liga Champions kontra Bayern dengan keunggulan 3-0 dalam laga yang berlangsung di Camp Nou. Meski pada leg kedua Barca harus dipaksa takluk di kandang Bayern, 2-3. Namun hal itu tidak mempengaruhi langkah skuat Catalan ke final. Karena Barca unggul agregat 5-3 atas Bayern.

“Bila Messi berada dalam performa terbaiknya, tidak ada pertahanan yang dapat menghentikannya. Anda harus mencoba membatasi pergerakannya dengan cara lain, salah satunya menghentikan pasokan bola kepada dirinya. Tapi bahkan kemudian Anda tetap tidak bisa menghentikannya,” ucap Guardiola sebelum pertandingan Bayern kontra Barca.

Menanggapi kesulitan yang akan dihadapi saat bertemu skuat Barca nanti, Allegri meminta anak asuhnya untuk bermain cerdik, dalam upaya mereka meraih gelar treble musim ini. Setelah membawa pulang gelar Liga Italia dan Coppa Italia, klub raksasa asal Turin itu menjadikan trofi Liga Champions sebagai target berikutnya musim ini.

“Kami hanya perlu memainkan satu pertandingan lagi karena itu tim ini harus bermain pintar demi membawa pulang trofi. Selain itu kami juga perlu keberuntungan,” tutupnya.

Robin Van Persie

Nama Lengkap : Robin van Persie
Tempat Lahir : Rotterdam, Belanda
Tanggal Lahir : 06 Agustus 1983
Kebangsaan : Belanda
Klub : Manchester United
Posisi : Striker
No Punggung : 20
Tinggi : 188 cm

Robin van Persie adalah pesepakbola yang bermain untuk klub Manchester United dan berposisi sebagai Striker. Sebelumnya berlabuh ke Old Trafford, van Persie sempat bermain di Feynoord dan Arsenal. Dia lahir di Rotterdam, Belanda dari sebuah keluarga seniman. Ayahnya seorang pemahat patung dan ibunya adalah seorang pelukis serta desainer perhiasan.

Diharapkan dapat meneruskan karir orang tuanya, van Persie lebih memilih untuk menekuni dunia sepak bola dari pada dunia seni seperti kedua orang tuanya. Di usia 5 tahun, van Persie bergabung dengan klub tempat lahir SBV Exelcior. Ia meninggalkan Exelcior pada usia 15 karena adanya konflik pelatih dengan ibunya.

Van Persie memilih bergabung dengan klub tempat lahir yang lebih besar, Feyenoord. Baru bergabung di usia 15, van Persie sudah ditarik ke tim utama di usia 17 karena adanya badai cedera yang menghantam tim utama. Di akhir musim 2001-2002 van Persie meraih penghargaan KNVB Best Young Talent dan juga menandatangani kontrak profesional 3.5 tahun pada musim berikutnya.

Ia sempat diasingkan untuk membela tim reserve karena bertengkar dengan pelatih Bert van Marwijk. Bert van Marwijk tidak senang dengan bahasa tubuhnya saat van Persie diganti di laga semifinal UEFA Super Cup 2002 melawan Real Madrid. Selama musim tersebut van Persie bermain dalam 28 laga dan mencetak 8 gol.

Di musim terakhirnya bersama Feyenoord, van Persie masih terus berkonflik dengan van Marwijk. Ini berujung pada gagalnya perjanjian kontrak baru van Persie. Di musim ini, 2003-2004, van Persie lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan. Tiga musim di Feyenoord, van Persie berhasil menyumbangkan gelar piala UEFA Cup.

Sempat mengalami kekurangan peminat karena sifat van Persie yang pemberontak, akhirnya ia dikontrak oleh Arsenal pada 17 Mei 2004 dengan harga 2,75 juta Pounsterling. Ia diproyeksikan sebagai pengganti jangkan panjang untuk Dennis Bergkamp yang mulai termakan usia. Arsene Wenger pun mengganti posisinya dari penyerang sayap menjadi penyerang tengah.

Tak kunjung mendapatkan gelar EPL bersama Arsenal, akhirnya ia memutuskan untuk menyebrang ke Manchester United. Bersama The Red Devil, akhirnya van Persie berhasil mewujudkan impiannya menggapai gelar EPL pertamanya sekaligus mengantarkan Manchester United meraih gelar EPL yang ke 20, dan menjadi top skor dengan 26 gol.

Dnipro Siap Hadapi Sevilla, Usai Kandaskan Napoli

KIEV, Idlucky7.com – Dnipro Dnipropetrovsk membuat kejutan dengan lolos ke final Liga Europa dan akan menantang sang juara bertahan Sevilla. Dnipro lolos setelah mengandaskan perlawanan Napoli lewat kemenangan 1-0 di leg kedua semifinal.

Dnipro menjalani leg kedua di Olympic Stadium, Kiev, Jumat (15/5/2015) dinihari WIB, dengan modal hasil seri 1-1 pada pertemuan pertama di kandang Napoli. Klub Ukraina itu pun cuma butuh hasil imbang tanpa gol di leg kedua untuk melaju ke final.

Pada awal-awal pertandingan, Gonzalo Higuain berpeluang membawa Napoli memimpin. Higuain langsung berhadapan dengan Denis Boyko, tapi penyelesaiannya masih bisa digagalkan oleh kiper Dnipro itu.

Boyko kembali menyelamatkan gawang Dnipro pada menit ke-28. Kali ini, Boyko menepis bola hasil sundulan Higuain.

Beberapa saat kemudian, Dnipro mengancam melalui aksi Yevhen Seleznyov, yang memanfaatkan kesalahan David Lopez. Namun, gawang Napoli masih selamat karena Mariano Andujar bisa mementahkan usaha dari Seleznyov.

Dnipro akhirnya benar-benar memimpin pada menit ke-58 melalui gol Seleznyov. Yevhen Konoplyanka yang mengirimkan umpan silang dari sisi kiri tanpa ampun disambut dengan sundulan Seleznyov untuk menggetarkan gawang Napoli.

Untuk menambah tekanan, Napoli memasukkan Marek Hamsik dan Dries Mertens. Partenopei mendapatkan sejumlah peluang lewat Mertens dan Lopez, tapi tak mampu mencetak gol pengimbang. Mereka bahkan nyaris kebobolan di masa injury time ketika sundulan Matheus menghantam mistar.

Alhasil, dengan kemenangan ini Dnipro lolos dengan skor agregat 2-1. Mereka selanjutnya akan menghadapi Sevilla di final yang digelar di Stadion Narodowy, Warsawa, 27 Mei mendatang.

Tak Ada Jabat Tangan Dengan Wenger, Berikut Komentar Mourinho

LONDON, Idlucky7.com – Manajer Chelsea, Jose Mourinho, seperti yang ia nyatakan sebelumnya, enggan membesar-besarkan apapun yang akan terjadi usai laga Community Shield 2015 di Stadion Wembley, London, Minggu (2/8/2015). Tak terkecuali berita mengenai tidak adanya jabat tangan dirinya dengan manajer Arsenal, Arsene Wenger.

Pada laga yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Arsenal itu, Mourinho dan Wenger memang terlihat tidak saling berjabat tangan sesuai pertandingan. Dalam tayangan televisi, Wenger terlebih dahulu pergi menuju ruang ganti pemain, sementara Mourinho lebih lama berada di pinggir lapangan.

“Saya lebih mudah berjabat tangan dengan para pemain Arsenal karena saya masih berada di sekitar lapangan usai pertandingan. Jika orang lain tidak melakukan hal yang sama, maka itu bukan sebuah cerita,” kata Mourinho.

Rivalitas keduanya telah terpatik dalam beberapa tahun belakngan ini, terutama saat Mourinho menangani Chelsea selama dua periode kepelatihan. Mourinho sempat menjuluki Wenger sebagai “spesialis kegagalan”.

Sementara itu, kemenangan Arsenal atas Chelsea pada ajang Community Shield 2015 merupakan kemenangan pertama Wenger atas Mourinho dalam 14 pertandingan. Sebelumnya, catatan Wenger terhadap Mourinho, enam kali imbang dan tujuh kali menelan kekalahan. Gol kemenangan Arsenal dicetak Alex Oxlade-Chamberlain pada menit ke-24.

Boca Sambut Kembalinya Tevez

BUENOS AIRES, Idlucky7.com – Carlos Tevez disambut suka cita bak pahlawan saat kembali ke klub pertamanya, Boca Juniors, setelah 11 tahun berpetualang di Eropa dengan tetap bersinar dan menunjukkan performa yang impresif.

Sebelum Tevez, para mantan bintang Argentina kembali ke negerinya dalam masa senja di penghujung karirnya. Namun hal itu tidak berlaku untuk Tevez yang pada dekade terakhir memperkuat Manchester City, Manchester United dan Juventus itu.

“Tak ada hari yang lebih baik dari hari ini. Ini adalah rumahku dari awal sampai akhir. Saya ada pada kondisi puncak baik secara fisik maupun mental,” kata Tevez.

Menginjak usia ke-31, Tevez masih melewati dua atau tiga tahun bermain bagus, dan tiba di Argentia setelah satu musim di Turin, Italia, dengan mencetak 29 gol, selain turut mempersembahkan gelar juara Serie A yang kedua dan runner-up Liga Champions.

Tevez yang dijuluki “Apache” dari nama daerah di Buenos Aires di mana dia dibesarkan, kembali ke tim nasional tahun ini sebagai pemain pengganti setelah tiga tahun tak pernah dipanggil.

Dia mengantarkan Argentina ke semifinal Copa America lewat tendangan penalti yang menentukan saat timnya menang adu penalti 5-4 dari Kolombia. Argentina lalu dikalahkan Chile di final.

“Penggemar mesti berterima kasih kepada Tevez. Atletico Madrid sudah menyiapkan dana untuk merekrutnya dan dia malah menjawab ‘Saya ingin kembali ke Buenos Aires’,” kata legenda sepak bola Argentina Diego Maradona,

Kalahkan Metz, PSG Gusur Lyon

PARIS, Idlucky7.com – Paris Saint-Germain merebut posisi puncak klasemen dari Olympique Lyon. Kemenangan atas Metz di Parc des Princes, Selasa (28/4/2015), membuat PSG kini berjarak tiga poin dari Lyon.

PSG menang 3-1 pada laga tersebut. Tiga gol kemenangan PSG dicetak oleh Marco Verratti pada menit ke-24, Edinson Cavani (42’), dan Gregory van der Wiels (77’). Sedangkan gol tunggal Metz dicetak oleh Modibo Maiga.

Kendati demikian, bintang kemenangan PSG pada laga tersebut adalah Javier Pastore. Diala yang menjadi kreator tiga gol yang dicetak rekan-rekannya.

Kemenangan 3-1 atas Metz ini mengantarkan PSG ke puncak. PSG mengoleksi 71 poin dari 34 laga. Sementara Lyon menempel di posisi kedua dengan 68 poin.