Semua tulisan dari Rizky Fadilah

Cech Siap Bermain Hingga Usia 40 Tahun

LONDON, Idlucky7.com — Kiper anyar Arsenal, Petr Cech, menyatakan bahwa dirinya tidak ingin buru-buru pensiun dalam waktu dekat. Kiper berusia 33 tahun itu menilai bahwa dirinya masih siap bermain hingga usia 40 tahun.

Cech resmi mengakhiri 11 tahun kebersamaan dirinya dengan Chelsea, Senin (29/6/2015). Kiper asal Ceko itu memutuskan menyeberang ke Arsenal setelah kehilangan tempat utama di skuad The Blues pada musim lalu.

“Aku tidak ingin bicara mengenai pensiun dalam tujuh tahun ke depan. Itu adalah targetku dan itulah yang akan aku lakukan pada masa mendatang,” ujar Cech.

“Anda bisa mempunyai rencana, tetapi terkadang hal itu tidak berjalan seperti yang Anda inginkan. Perpindahan ini adalah sesuatu yang tidak aku harapkan. Namun, aku senang, ini bisa terjadi.”

“Dalam sepak bola, Anda tidak pernah tahu, dan keputusan pensiun adalah sesuatu yang tidak aku rencanakan. Aku hanya ingin melangkah untuk mencari tantangan baru (bersama Arsenal). Aku hanya ingin pergi, melakukan pekerjaanku, dan membuktikan bahwa aku layak berada di tempatku berada,” tuturnya.

Benitez Resmi Latih Madrid

MADRID, Idlucky7.com – Rafael Benitez resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Real Madrid menggatikan Carlo Ancelotti. Benitez dikontrak oleh Madrid dengan durasi tiga tahun. Namun belum diketahui secara pasti berapa gaji yang didapatkan pelatih asal Spanyol tersebut selama membesut Los Blancos. Rumor yang beredar, Benitez mendapat akan mendapat bayaran tak kurang dari empat juta euro per tahun.

Benitez telah sejak lama dikaitkan dengan Real Madrid. Bahkan, namanya sudah digadang-gadang akan menggantikan posisi Carlo Ancelotti di kursi pelatih Madrid ketika kompetisi Liga Italia 2014-15 belum berakhir.

Sebelum melatih Madrid, Kabarnya Benitez juga didekati oleh beberapa klub papan atas seperti Paris Saint-Germain, Liverpool, dan Manchester City. Namun semua tawaran itu akhirnya ditolak. Benitez diyakini lebih memilih melatih Madrid karena ingin dekat dengan istri dan kedua anak perempuannya di Spanyol.

Di Madrid, perjalanan karier Benitez sudah pasti akan menemui jalan terjal dan penuh kerikil. Sedikit saja melakukan kesalahan, mantan pelatih Liverpool itu harus siap didepak dari kursi pelatih. Kiprah Ancelotti bisa menjadi contoh sahih, ia dipecat lantaran gagal memberikan satu gelar pun untuk Madrid pada musim 2014-15. Sebuah keputusan yang mengejutkan, mengingat Ancelotti telah mempersembahkan gelar Liga Champions, Copa del Rey, dan Piala Dunia Antarklub bagi Madrid pada tahun lalu.

Red Bulls Benamkan Chelsea

NEW JERSEY, Idlucky7.com — Chelsea mengawali ajang International Champions Cup (ICC) 2015 dengan hasil mengecewakan. Menghadapi New York Red Bulls, Rabu malam atau Kamis (23/7/2015) pagi WIB, The Blues takluk 2-4.

Loic Remy membawa Chelsea unggul lebih dulu pada menit ke-26. Lewat sebuah serangan balik cepat, Victor Moses mengumpan kepada Oscar. Pemain asal Brasil itu kemudian menggiring bola dan memberikannya kepada Remy. Sempat mengolah bola sebentar, Remy lantas melepaskan tendangan kaki kanan dan bersarang di pojok gawang Red Bulls.

Red Bulls mencoba mengejar. Namun, sejumlah usaha mereka berhasil digagalkan kiper Thibaut Courtois. Skor 1-0 untuk Chelsea bertahan hingga turun minum.

Enam menit babak kedua berjalan, Red Bulls berhasil menyamakan kedudukan. Umpan John Terry yang terlalu lemah ke kiper Asmir Begovic bisa dimanfaatkan Franklin Castellanos dan membuat skor sama kuat 1-1.

Pada menit ke-69, Red Bulls berbalik unggul lewat gol yang dilesakkan Tyler Adams. Pemain berusia 16 tahun itu melewati dua pemain bertahan Chelsea, sebelum akhirnya melepaskan tendangan melengkung untuk mengubah skor menjadi 2-1. Empat menit berselang, Red Bulls kembali memperbesar keunggulan berkat tendangan Sean Davis.

Pada menit ke-75, Chelsea sempat memperkecil keadaan lewat tendangan keras pemain terbaik Premier League 2014-15, Eden Hazard. Namun, performa buruk lini belakang Chelsea membuat Red Bulls kembali jaga keunggulan dua gol berkat tendangan kaki kiri Davis. Skor 4-2 untuk kemenangan Red Bulls ini bertahan hingga wasit menghentikan pertandingan.

Selanjutnya, The Blues akan melakoni pertandingan ICC 2015 menghadapi Paris Saint-Germain pada 25 Juli di North Carolina.

Perez Beberkan Alasan Casillas Memilih Hengkang ke Porto

MADRID, Idlucky7.com – Presiden Real Madrid, Florentino Perez, memberikan klarifikasi terkait kepergian Iker Casillas yang memilih FC Porto sebagai klub barunya. Menurut Perez, Casillas memilih untuk hengkang karena merasa tak nyaman dengan situasi internal di Madrid.

Perez sempat menemui Presiden Ramon Mendoza (kelompok suporter Madrid), Efiginio Albadalejo, saat acara pelepasan Casillas di Santiago Bernabeu, Senin (13/7/2015). Dalam kesempatan tersebut, Albadalejo menanyakan alasan di balik Casillas ke FC Porto.

Albadalejo mengatakan, “Apakah Anda memberikan instruksi dalam kasus ini (melepas Casillas ke Porto)?”

Perez pun langsung menjawab, “Tidak-tidak. Saya sudah bicara dengan Iker dan memahami keinginannya untuk pergi karena ia merasa kesal dengan situasi di sini. Apalagi, kami sudah menyingkirkan orang-orang yang mengganggunya.”

Pertanyaan Albadalejo tak lepas dari kabar miring terkait sosok Perez. Perez dituduh telah berkonsolidasi dengan para jurnalis untuk membentuk opini ketidaknyamanan Casillas di Madrid. Hal tersebut pun sempat terlontar dari mulut Jose Luis Casillas, ayah Casillas.

Namun, Perez langsung menampik tuduhan tersebut. Saat menggelar konferensi pers di Bernabeu, Senin pagi waktu setempat, Perez mengaku lebih suka jika Casillas pensiun dengan seragam Los Blancos.

Barcelona Perpanjang Kontrak Enrique Hingga 2017

BARCELONA, Idlucky7.com – Barcelona memberikan perpanjangan kontrak untuk Luis Enrique hingga 30 Juni 2017 pada Selasa (9/6/2015). Sebelumnya, kontrak Enrique akan berakhir pada musim 2016.

Pada saat penandatanganan kontrak baru, Enrique ditemani langsung Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu.

“Kami sangat senang. Setelah musim luar biasa yang kami lalui dengan berbagai kesulitan, namun berakhir manis. Kami berharap bisa meraih banyak gelar lagi,” kata Enrique.

Barcelona menjatuhkan pilihan kepada Enrique sebagai pelatih Blaugrana pada awal musim 2014-2015, untuk menggantikan posisi Gerardo Martino yang dinilai gagal membawa Barcelona bersinar. Sebelumnya, Enrique menangani Celta Vigo.

Pada awal kepelatihannya di Camp Nou, Enrique menerima banyak kritikan. Mulai dari dinilai kurang berpengalaman untuk menangani tim sebesar Barca, hingga masalah terbesar adalah saat “memanasnya ruang ganti tim perihal dugaan konflik antara dirinya dengan Lionel Messi dan beberapa pemain lain.

Namun, ketegangan tersebut perlahan dapat diatasi menjelang musim berakhir. Tak tanggung-tanggung, Enrique berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih hebat dengan membawa Barcelona meraih “treble winners” pada musim perdananya menangani skuat Barca, yakni Divisi Primera, Copa del Rey, dan Liga Champions.

Sanksi FIFA Merupakan Momentum Perbaikan PSSI dan Sepak Bola Indonesia

MALANG, Idlucky7.com – Pro kontra terus mengalir, seiring jatuhnya sanksi FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Indonesi (dalam hal ini PSSI). Banyak pihak yang beranggapan ini merupakan hal postitif bagi sepak bola tanah air. Namun tidak sedikit pula yang mengecam dan menyayangkan Indonesia harus menerima kenyataan ini.

Ketua Tim Kerja Monitoring Persiapan Asian Games 2018 yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Syaifuddin Munis, menilai sanksi FIFA terhadap Indonesia merupakan langkah baru guna memperbaiki berbagai persoalan yang terjadi terhadap sepak bola Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Syaifuddin ketika ditemui di Malang, Jawa Timur, Sabtu (31/5/2015). Menurutnya, pemerintah harus segera menjadikan putusan FIFA tersebut sebagai momentum membenahi PSSI.

“Presiden Joko Widodo, sangat mendukung penuh kebijakan Menpora untuk pembenahan sepak bola dan pembentukan tim transisi untuk terus melakukan reformasi total pada sistem tata kelola sepak bola Indonesia. Karenanya, Pembekuan dan jatuhnya sanksi FIFA terhadap PSSI itu bagaimana dijadikan momentum babak baru untuk membenahi sistem tata kelola sepak bola Indonesia yang lebih profesiobal dan berkualitas,” katanya.

“Momentum ini harus diapresiasi oleh seluruh masyarakat agar reformasi sepak bola di Indonesia bisa secepatnya berjalan. Reformasi itu menurutnya bisa dimulai dari tata kelola organisasi hingga sistem pembibitan muda,” Lanjut Munis.

“Perguliran sistem kompetisi harus dilakukan secara sistematis dan menyentuh semua level pembinaan. Mulai dari pembinaan kompetisi amatir antar kampung atau desa, antar siswa, antar kampus di Perguruan Tinggi, antar komunitas pemuda profesi hingga pembinaan klub-klub profesional yang menjadi tumpuan kehidupan bagi para atlet sepak bola berprestasi,” harap Syaifuddin.

“Masyarakat sepak bola harus mengapresiasi kebijakan Menpora dan dukungan tegas Presiden Jokowi yang sudah memberikan kepastian untuk pembenahan total sistem tata kelola sepak bola baru Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Syaifuddin menegaskan, kebijakan pembekuan PSSI dan Pembentukan Tim Transisi oleh Kemenpora juga merupakan gerbang positif bagi momentum ruang ekspresi rakyat dan publik pecinta sepak bola Indonesia. Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini sudah jenuh karena merindukan prestasi sepak bola Indonesia.

“Rakyat Indonesia harus optimistis karena sepak bola Indonesia jika dikelola secara baik, benar dan profesional, tim merah putih akan meraih prestasi di level dunia. Tetapi, upaya itu jelas tidak instan. Semoga tim merah putih nantinya, bisa berprestssi seperi ketika timnas Pra-Piala Dunia 1986 yang sempat menjuarai Grup A di level Asia, juara Piala Kemerdekaan 1987, juara SEA Games 1987 di Jakarta dan di SEA Games Manila 1991,” tuturnya.

“Tidak hanya di level senior, kesebelasan pelajar Indonesia juga pernah meraih juara Asia 2 kali pada tahun 1985 dan tahun 1987 dibawah pelatih Bockard Pape dari Jerman dan kapten Frans Sinatra Howae. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat serius membenahi sepak bola Indonesia hingga ke level amatir,” lanjut Syaifuddin

“Yang jelas, sepak bola bukan milik segelintir orang, tetapi milik bangsa Indonesia, milik rakyat Indonesia. Kalau sistem tata kelola yang dirancang oleh tim transisi dan dibawah pembinaan Kemenpora sudah berjalan aktif dan normal, kita optimistis pemerintah pasti akan melakukan komunikasi yang lebih fresh dan lebih progres dengan AFF, AFC dan FIFA,” kata Syaifudin.

“Rakyat Indonesia tak harus kecewa dan terlena tanpa semangat untuk memperbaiki sepak bola Indonesia. Saatnya menuju babak baru sepak bola Indonesia yang lebih baik,” tambahnya.

FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia setelah menggelar emergency meeting Komite Eksekutif di Zurich, Swiss, Sabtu (30/5/2015). Putusan itu diketahui melalui surat yang dikirimkan Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke.

FIFA Umumkan Hasil Undian Pra-Piala Dunia 2018

SAINT PETERSBURG, Idlucky7.com – FIFA telah melakukan pengundian Pra-Piala Dunia 2018 di Saint Petersburg, Sabtu (26/7/2015). Kecuali Asia, lima konfederasi telah mendapatkan hasil pengundian.

Berikut ini adalah hasil undian Pra-Piala Dunia 2018:

Eropa
Grup A: Belanda, Perancis, Swedia, Bulgaria, Belarus, Luksemburg

Grup B: Portugal, Swiss, Hongaria, Kep Faroe, Latvia, Andorra

Grup: Jerman, Ceko, Irlandia Utara, Norwegia, Azerbaijan, San Marino

Grup D: Wales, Austria, Serbia, Irlandia, Moldova, Georgia

Grup E: Romania, Denmark, Polandia, Montenegro, Armenia, Kazakhstan

Grup F: Inggris, Slovakia, Skotlandia, Slovenia, Lithuania, Malta

Grup G: Spanyol, Italia, Albania, Israel, Makedonia, Liechtenstein

Grup H: Belgia, Bosnia-Herzegovina, Yunani, Estonia, Siprus

Grup I: Kroasia, Islandia, Ukraina, Turki, Finlandia

Afrika
Babak 1: Somalia v Niger, Sudan Selatan v Mauritania, Gambia v Namibia, Sao Tome e Principe v Ethiopia, Chad v Sierra Leone, Comoros v Lesotho, Dijibouti v Swaziland, Eritrea v Botswana, Seychelles v Burundi, Liberia v Guinea-Bissau, Afrika Tengah v Madagascar, Mauritius v Kenya, Tanzania v Malawi

Babak 2: Somalia/Niger v Kamerun, Sudan Selatan/Mauritania v Tunisia, Gambia/Namibia v Guinea, Sao Tome e Principe/Ethiopia v Kongo, Chad/Sierra Leone v Mesir, Comoros/Lesotho v Ghana, Djibouti/Swaziland v Nigeria, Eritrea/Botswana v Mali, Seychelles/Burundi v Rep Kongo, Liberia/Guinea-Bissau v Pantai Gading, Afrika Tengah/Madagascar v Senegal, Mauritius/Kenya v Cape Verde, Tanzania/Malawi v Algeria, Sudan v Zambia, Libya v Rwanda, Maroko v Guinea Ekuatorial, Mozambik v Gabon, Benin v Burkina Faso, Togo v Uganda, Angola v Afrika Selatan

Amerika Utara
Babak 3: Curacao v El Salvador, Kanada v Belize, Grenada v Haiti, Jamaika v Nikaragua, St Vincent & Grenadines v Aruba, Antigua & Barbuda v Guatemala

Grup A: Honduras, Meksiko, Curacao/El Savador, Kanada/Belize

Grup B: Panama, Kosta Rika, Grenada/Haiti, Jamaika/Nikaragua

Grup C: Trinidad & Tobago, Amerika Serikat, St Vincent & Grenadines/Aruba, Antigua & Barbuda/Guatemala

Oseania
Babak 1 (sistem grup): Amerika Samoa, Kep Cook, Samoa, Tonga

Babak 2
Grup A: Juara grup babak 1, Papua Nugini, Kaledonia Baru, Tahiti

Grup B: Selandia Baru, Vanuatu, Fiji, Kep Solomon

Amerika Selatan
Sistem grup: Kolombia, Cile, Paraguay, Argentina, Brasil, Ekuador, Venezuela, Bolivia, Peru, Uruguay

Madrid Kalah di Laga Perdana Pra Musim

MELBOURNE, Idlucky7.com – Real Madrid kalah lewat adu dari AS Roma, pada pertandingan International Champions Cup (ICC) 2015 di Melbourne Cricket Ground, Sabtu (18/7/2015).

Adu penalti harus dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 0-0 sepanjang 90 menit pertandingan. Lantaran regulasi ICC mengharuskan ada tim pemenang, laga dilanjutkan lewat adu penalti.

Lima algojo pertama masing-masing tim menjalankan tugasnya dengan baik. Danilo, Toni Kroos, Lucas Silva, Isco, dan Karim Benzema serta Miralem Pjanic, Adem Ljajic, Mattia Destro, Alessandro Florenzi, dan Juan Iturbe berhasil menjebol gawang Morgan de Sanctis dan Keylor Navas.

Adu penalti kemudian diteruskan dengan sistem sudden death. Nacho Fernandez membawa Madrid unggul lebih dulu 6-5. Namun, Leandro Paredes bisa membuat skor kembali imbang. Tendangan dia sebenarnya bisa ditahan Navas, tetapi bola masih tetap meluncur deras ke jala gawang Madrid.

Pada penalti ketujuh Madrid, De Sanctis bisa menebak tendangan Lucas Vazquez ke sisi kiri gawang Roma. Hal itu membuat Roma berada di atas angin.

Sempat ada kejadian menggelitik. Para pemain Roma di tengah lapangan menunjuk De Sanctis sebagai eksekutor selanjutnya. De Sanctis pun mendekati titik putih. Namun, eksekutor Roma tetap Seydou Keita.

Keita menjalankan tugasnya dengan baik. Roma pun menang 7-6 melalui adu penalti sehingga mendapatkan 2 poin. Madrid yang kalah mendapatkan satu poin.

Selasa (21/7/2015), Roma akan berhadapan dengan Manchester City di tempat yang sama. Laga terakhir ICC 2015 di Australia akan dimainkan pada 24 Juli dengan mempertemukan Manchester City dengan Real Madrid.

Hasil Imbang, Pastikan Peru ke Perempat Final

TEMUCO, Idlucky7.com – Peru lolos ke perempat final setelah bermain imbang 0-0 melawan Kolombia, pada lanjutan laga Grup C Copa America 2015 yang dihelat pada Minggu malam atau Senin (22/6/2015) dini hari WIB.

Hasil imbang itu tentu saja menjadi kerugian untuk Kolombia. Sebab, tim asuhan Jose Pekerman tersebut tampil menguasai pertandingan dibandingkan Peru. Sepanjang laga, Radamel Falcao dkk melepaskan 16 tembakan berbanding 7 milik Peru. Namun, tak ada gol tercipta hingga laga berakhir dan kedua tim harus puas bermain dengan skor kaca mata.

Dengan tambahan satu angka itu, Peru untuk sementara memimpin klasemen Grup C dengan torehan 4 poin. Peru berhak berada di puncak grup karena memiliki produktivitas gol (2-2) lebih baik dari pada Kolombia (1-1).

Apa pun dari hasil laga antara Brasil dan Venezuela, Peru dipastikan takkan terlempar dari posisi dua besar. Lain halnya dengan Kolombia.

Radamel Falcao dkk harus berharap salah satu antara Brasil dan Venezuela kalah pada laga pamungkas fase grup. Dengan begitu, Kolombia bisa lolos sebagai salah satu dari peringkat ketiga terbaik.

Andai Brasil dan Venezuela berakhir imbang dan sama-sama mencetak gol, Kolombia dipastikan tersisih dari Copa America 2015.

Taklukkan Singapura, Indonesia Raih Tiket ke Semifinal

SINGAPURA, Idlucky7.com — Indonesia meraih kemenangan 1-0 atas Singapura. Laga pamungkas Grup A SEA Games 2015 yang digelar di Stadion Jalan Besar, Kamis (11/6/2015) tersebut, Evan Dimas menjadi pahlawan kemenangan Indonesia. Partai hidup mati ini, diwarnai banjir kartu kuning dan satu kartu merah untuk tim tuan rumah.

Kemenangan ini, membuat Indonesia menempati posisi dua klasemen akhir Grup A dengan koleksi sembilan poin. Tim “merah putih” terpaut satu angka dari Myanmar, yang duduk di posisi teratas klasemen. Indonesia berhak meraih tiket ke semifinal dan akan bertemu jawara Grup B, Thailand.

Hanya butuh hasil imbang untuk melangkah ke semifinal, nyatanya Evan Dimas dan kawan-kawan tampil ngotot dan berhasil merepotkan barisan pertahanan tuan rumah.

Peluang pertama terjadi pada menit ke-24, kemelut terjadi di depan gawang Buhari Muhammad. Bola liar langsung disambar oleh Evan Dimas, namun masih gagal membuahkan hasil.

Sepuluh menit berselang, Evan membantu Ahmad Noviandani dalam kerja sama satu-dua. Sayang, tembakan Noviandani masih mampu dimentahkan kiper Singapura, Buhari.

Di sisi lain, Singapura lebih banyak memperagakan umpan panjang langsung ke mulut gawang Indonesia. Namun solidnya barisan pertahan Indonesia mampu mengantisipasi taktik tersebut sehingga paruh pertama berakhir dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Indonesia langsung menggebrak. Bahkan pertandingan belum genap berumur 5 menit, anak-anak asuhan Aji Santoso berhasil memecahkan kebuntuan dua menit setelah kick-off. Kali ini, Evan Dimas menerima umpan datar Muchlis Hadi dan berhasil melepaskan tembakan first time, mengarahkan bola ke pojok kiri gawang Singapura. 1-0 Indonesia memimpin.

Dalam kondisi tertinggal, Singapura berusaha terus menekan dan bermain menjurus kasar. Banjir kartu kuning di kubu tuan rumah membuat mereka kehilangan konsentrasi dan semakin terpuruk. Puncaknya, mereka harus kehilangan Ho Wai Loon pada menit ke-65. Wai dihadiahi wasit kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Evan Dimas.

Namun sayang, Indonesia gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menambah gol. Skor 1-0 untuk kemenangan Indonesia pun terpampang saat peluit panjang dibunyikan.

Indonesia finis pada posisi kedua Grup A dengan 9 poin, selisih satu poin dari Myanmar yang menjadi juara grup. Indonesia akan bertemu Thailand pada semifinal, Sabtu (13/6/2015).