Semua tulisan dari Administator

Deschamps Anggap Mbappe Pemain Luar Biasa

Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, memuji Kylian Mbappe sebagai pemain dengan punya kemampuan luar biasa. Pada usianya saat ini, Deschamps menilai apa yang dilakukan oleh Mbappe adalah sesuatu yang tidak normal.

Deschamps sudah menjadi pergunjingan ketika PSG membelinya dengan harga 180 juta euro dari AS Monaco pada musim 2017-18 yang lalu. Setelah itu, Mbappe terus bersinar hingga sukses membawa Prancis juara di Piala Dunia 2018.

Pada Piala Dunia 2018, Mbappe mencetak empat gol, termasuk satu gol ke gawang Kroasia pada laga final. Mbappe pada akhir turnamen dinobatkan sebagai pemain muda terbaik.

Akhir pekan lalu, pemain berusia 19 tahun ini kembali membuat sensasi. Mbappe mencetak empat gol dan membantu PSG menang telak dengan skor 5-0 atas Lyon pada pertandingan di Ligue 1. Mbappe kini telah mencetak delapan gol di Ligue 1.

Dengan rangkaian prestasi tersebut, yang diraih pada usia 19 tahun, Deschamps menilai Mbappe adalah pemain yang tidak normal. Tidak banyak pemain dengan usianya yang punya kemampuan luar biasa seperti pemain yang musim lalu mencetak 13 gol di Ligue 1 tersebut.

“Kylian Mbappe melakukan beberapa hal yang luar biasa. Apa yang telah dilakukan pada usianya, adalah hal yang tidak normal. Anda tidak bisa menempatkannya untuk kategori apa pun,” ucap Deschamps dikutip dari Four Four Two.

“Pemain seperti Mbappe hanya muncul satu kali. Saya mendapatkan sebuah kehormatan karena dia adalah pemain Prancis dan dia bermain bersama kami,” sambung mantan pelatih Juventus tersebut.

Deschamps senang dengan yang sudah dicapai oleh Mbappe. Namun, dia meminta pemain 19 tahun untuk tetap rendah hati. Pelatih 49 tahun tersebut meyakini jika Mbappe bisa jadi pemain yang lebih bagus lagi pada masa depan.

“Dia tidak melakukan hal-hal sederhana, tapi dia bisa belajar dengan cepat. Melawan Lyon hanya menegaskan bakatnya. Kylian Mbappe tahu bahwa dia masih bisa lebih baik dari yang sudah dia capai, termasuk mencetak empat gol dalam satu laga,” tutup Deschamps.

PSS dan PSIM Ingin Menjaga Gengsi Derbi DIY

Derbi DIY mempertemukan PSS Sleman menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (10/10/2018), diprediksi tetap menarik. Bagi kedua tim, laga tersebut sejatinya tak lagi menentukan. Belum lagi, duel tim tetangga itu digelar tanpa dihadiri penonton.

PSS sudah dipastikan lolos ke babak 8 besar, sementara buat tim tamu juga tak lagi berpengaruh mengingat sudah aman dari zona degradasi.

“Pertandingan derbi memang selalu menarik, karena sarat gengsi. Apalagi kami ingin membalas kekalahan di putaran pertama lalu,” ujar Arie Sandy, gelandang muda PSS, Selasa (9/10/2018).

Pada pertemuan pertama di Stadion Sultan Agung, Bantul, 26 Juli 2018, PSS pulang dengan tangan hampa setelah kalah 0-1 dari Laskar Mataram.

Gol kemenangan PSIM saat itu ditentukan lewat sepakan kapten Hendik Arga Permana. Namun, pelatih PSS, menampik laga nanti sebagai ajang balas dendam.

“Ini bukan balas dendam, tapi pertandingan penuh keakraban. PSIM secara historis kakak kami, apalagi saya pernah bermain dan melatih di sana. Banyak suka duka dilewati,” tutur Seto Nurdiyantoro, pelatih PSS.

Dari kubu tim tamu, arsitek PSIM, Bona Simanjuntak, juga meminta anak asuhnya bermain lebih santai. Apalagi secara posisi di klasemen, Laskar Mataram sudah aman untuk bertahan di Liga 2.

“Untuk besok, kami coba berikan permainan menghibur dan menyenangkan. Pemain PSS semuanya harus diwaspadai. Ada Gonzales, Rifal Lastori, Ichsan Pratama. Semuanya bintang,” kata Bona yang juga legenda PSS.

Bruno Silva Utamakan Kemenangan PSIS ketimbang Gol Pribadi

Striker PSIS Semarang, Bruno Silva, dalam kondisi on fire. Sempat dikritik karena baru mencetak empat gol di putaran pertama, pemain bernomor punggung 91 itu mencetak empat gol dari empat pertandingan terakhir saat melawan PSMS, Perseru (2 gol), dan Persela Lamongan.

Total delapan gol sudah dia cetak untuk Laskar Mahesa Jenar dan menjadi pencetak gol terbanyak di tim bersama Hari Nur Yulianto.

Meski sedang tajam-tajamnya, pemain asal Brasil itu enggan berbesar kepala. Baginya, kemenangan PSIS lebih utama, mengingat tim kebanggaan masyarakat Kota Lunpia butuh banyak tambahan poin untuk menjauh dari zona degradasi.

“Semua striker pasti ingin mencetak gol. Namun, yang terpenting saat ini adalah membantu tim meraih kemenangan dan bisa bertahan di Liga 1 musim depan. Itu yang utama,” ungkap Bruno, Selasa (9/10/2018).

Ia ingin terus menunjukkan performa terbaik saat diberi kepercayaan tampil. Apalagi, suasana tim semakin kondisif dengan beberapa hasil positif yang didapat semenjak diracik pelatih Jafri Sastra.

Dengan posisi yang masih berkutat di zona degradasi, Bruno berharap seluruh pemain fokus menghadapi sisa pertandingan. Terdekat, PSIS akan menjamu tim papan atas, Barito Putera, di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (13/10/2018).

Laga tersebut dinilai Bruno sangat krusial untuk dimenangi PSIS guna mendongkrak posisi ke papan tengah. “Kami harus terus tampil konsisten dan semakin meningkat. Apalagi Barito Putera merupakan tim bagus dengan pelatih yang pintar,” ujarnya.

David da Silva Tak Terlihat saat Latihan, Begini Penjelasan Persebaya

David da Silva sudah tidak muncul dalam latihan Persebaya Surabaya sejak Senin (8/10/2018). Demikian juga saat latihan di Stadion Jenggolo, Selasa (9/10/2018), striker berpaspor Brasil itu masih belum menampakkan batang hidungnya.

Da Silva ternyata dalam kondisi kebugaran kurang baik. Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman menjelaskan striker andalannya itu diberi waktu istirahat supaya kondisinya cepat pulih.

“Dia mengalami benturan saat melawan Arema (6/10/2018), tapi tidak terlalu serius, hanya butuh istirahat saja. Kami memang sengaja memberinya istirahat sambil terapi,” ungkap pelatih yang karib disapa Djanur itu.

Saat melawan Arema, Da Silva menjadi mendapat pengawalan ketat dan duo stoper Arema, Hamka Hamzah dan Arthur Cunha. Beberapa kali mereka menabrak striker berusia 28 tahun itu saat berusaha menembus pertahanan Arema.

Da Silva bahkan sampai terjatuh dan mendapat perawatan khusus pada menit ke-50. Namun, tidak ada pelanggaran yang diberikan wasit dengan berbagai aksi bek lawan itu.

Djanur memastikan Da Silva tidak akan absen dalam laga terdekat Persebaya melawan Borneo FC (13/10/2018). Bahkan, dia akan meminta Da Silva untuk bergabung latihan pada Rabu (10/10/2018).

“Tim dokter Persebaya optimistis bisa diturunkan saat melawan Borneo. Kami akan bisa memaksa dia untuk turun di latihan besok. Makanya, kami merasa dia sudah bisa tampil melawan Borneo nanti,” kata Djanur.

Bek Madura United Sedih John Terry Putuskan Gantung Sepatu

Kabar pensiunnya John Terry dari lapangan hijau telah mengemuka. Mantan kapten sekaligus bek Timnas Inggris dan Chelsea itu memutuskan gantung sepatu pada Minggu (7/10/2018).

Hal itu pun membuat penggawa Timnas Indonesia, Fachrudin Aryanto, merasa sangat sedih. Sebab, dia sangat mengidolakan John Terry yang dikenal sebagai legenda Chelsea tersebut.

“Saya ikut mengamati soal perkembangan JT26 (julukan John Terry). Saya merasa sedih karena tidak bisa melihat dia bermain lagi. Dia adalah salah satu bek yang punya kualitas,” kata Fachrudin saat dihubungi Bola.com, Selasa (9/10/2018).

Bukan hal yang mengejutkan bila Fachrudin sangat mengidolakan JT26. Selama ini, dia telah banyak mengikuti berbagai hal yang cukup identik dengan John Terry, termasuk akun media sosial.

Fachrudin menggunakan nama @fachrudinjt di akun instagram. Kemudian, pemain berusia 29 tahun itu menggunakan nomor punggung 26 yang selama ini dipakai Terry bersama The Blues.

Keduanya pun memiliki kesamaan selama bertanding untuk klub maupun timnas masing-masing. Fachrudin juga merupakan bek tengah yang menjabat kapten di Madura United saat ini.

“Saya banyak belajar dari cara bermainnya sebagai bek. Dia memang pemain yang bagus, saya mulai mengidolakanya sejak awal bergabung Chelsea,” imbuh pemain asal Klaten itu.

Chelsea sebenarnya sempat melakukan tur pramusim ke Indonesia pada 2013. Sayangnya, saat itu Fachrudin tidak bisa datang menyaksikan pertandingan karena memiliki agenda.

“Musim lalu, Chelsea sebenarnya juga ke Singapura dan saya berkesempatan ke sana. Tapi, Madura United harus away ke Jayapura, jadi saya harus ikut tim. Saya belum pernah ketemu dia dan ingin sekali bertemu,” ungkap Fachrudin.

Terry merupakan salah satu legenda Chelsea yang telah membela selama 19 tahun pada 1998-2017. Dia juga telah memenangkan banyak trofi bergengsi bersama klub asal London Barat itu.

Terakhir, John Terrymembela Aston Villa pada musim 2017-2018 yang tampil di Divisi Championship. Musim ini, dia sempat dikabarkan akan bergabung Spartak Moscow, namun batal dan kemudian memutuskan pensiun.

Panpel Matangkan Skema Pengamanan Arema Vs Persebaya

Panitia pelaksana menyiapkan skema pengamanan pertandingan Arema FC dengan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan. Agar tak makan korban.

Arema menjamu Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (6/10). Panpel berupaya semaksimal mungkin untuk mengamankan pemain tuan rumah dan tamu, wasit, serta penonton.

“Sesuai surat yang kami terima dari PT LIB selaku operator liga, laga Arema menjamu Persebaya resmi digelar Sabtu (6/10/2018), sore di Stadion Kanjuruhan. Upaya persiapan sudah kami lakukan secara matang,” ungkap Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, kepada detikSport dalam sambungan telpon, Rabu (3/10/2018).

Haris membeberkan pola pengamanan yang bakal diterapkan pada laga bigmatch Jawa Timur tersebut.

“Spanduk dilarang pada tribune berdiri, himbauan tidak menyanyikan lagu rasis, penjagaan di setiap tribune dan pintu masuk. Satu tiket satu orang,” ujar Haris.

Peristiwa di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) berujung sanksi terhadap klub dan panpel, menjadi acuan Panpel Arema FC menjaga situasi laga yang kondusif dan aman.

“Jangan sampai kejadian serupa terjadi di Kanjuruhan. Kita mengacu kepada pemberian sanksi pasca tragedi GBLA. Ketika itu diberikan kepada Arema, siapa yang akan rugi,” dia menegaskan.
“Nanti rencana juga digelar simulasi pengamanan menjelang pertandingan sampai berakhirnya laga. Seperti proses evakuasi dari tim tamu,” dia menegaskan.

Pihaknya berharap Aremania maupun pendukung Arema FC yang datang ke Kanjuruhan tidak melakukan hal-hal yang justru merugikan.

“Kita harus bisa tunjukkan bahwa Aremania suporter yang dewasa, cinta akan perdamaian, dan menjaga ketertiban dan keamanan selama pertandingan,” tuturnya.

Mario Gomez Tak Mau Lepas Febri dan Dedi ke Timnas

Pelatih Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez mengancam tidak akan mengizinkan Febri Haryadi dan Dedi Kusnandar membela timnas Indonesia pada laga uji coba melawan Myanmar dan Hongkong.

Febri Haryadi dan Dedi Kusnandar masuk dalam skuat Timnas Indonesia yang akan melakukan uji coba melawan Myanmar pada tanggal 10 Oktober dan Hongkong pada 16 Oktober. Dua laga uji coba tersebut sebagai persiapan terakhir sebelum turun di Piala AFF, November mendatang.

Namun kemungkinan besar, dua pemain andalan Persib Bandung itu tidak akan dilepas untuk membela timnas. Pasalnya Febri dan Dedi tenaganya dibutuhkan Persib Bandung saat bertemu Madura United, Selasa (9/10/2018) mendatang.

Apalagi beberapa pemain Maung Bandung diperkirakan tidak bisa tampil dalam laga tersebut. Pasalnya beberapa pemain kunci Maung Bandung seperti Ezeciel Ndouasel, Bojan Malisic, Jonathan Bauman mendapat hukuman larangan bermain dari Komdis PSSI.

“Saya tidak akan memberi pemain saya pada timnas. Karena kita butuh pemain kita untuk tanggal 9 (Oktober). Kalau kita main tanggal 7 (Oktober) ok kita kasih,” kata Gomez, di Bandung, Rabu (3/10/2018).

Dia mengaku terpaksa harus mengambil keputusan ini. Pasalnya, Gomez tidak memiliki cara lain untuk bisa menjaga performa tim yang saat ini sedang berada di puncak klasmen Liga 1.

“Kita tidak mengirimkan pemain ke timnas dan Indra Mustafa juga akan kita tarik dari Timnas-U19. Karena kita butuh bek dan kita butuh Indra,” katanya. “Indra akan kembali karena tim adalah prioritas dalam situasi ini. Jika bukan karena (masalah) ini tentu kita biarkan mereka pergi (ke Timnas). Sekarang kita enggak punya pemain. Kita kehilangan beberapa pemain. Jika dua hilang (lagi) gimana? Karena ini kebanggaan kita punya pemain di timnas. Tapi tidak dengan situasi ini,” ujarnya.

Rakitic Berharap Tuah Wembley Jelang Tottenham vs Barcelona

Ivan Rakitic berharap Stadion Wembley kembali memberi kemenangan saat Barcelona menghadapi Tottenham Hotspur. Di Wembley, Blaugrana memang punya momen manis.

Barcelona akan bertandang ke Wembley, Kamis (4/10/2018) dini hari WIB, untuk menghadapi Tottenham di matchday kedua Grup B Liga Champions.

Datang ke Wembley, Barcelona membawa kenangan manis tujuh tahun silam. Pada 2011, raksasa La Liga itu pernah mengangkat trofi juara Liga Champions, dengan mengalahkan Manchester United di final.

Malam nanti, Barcelona untuk kedua kalinya kembali ke Wembley sejak juara pada musim 2011 itu. Rakitic, gelandang Barcelona, berharap kesuksesan di stadion berkapasitas 90 ribu kursi itu.

“Kami semua sadar akan sejarah Barcelona di stadion ini. Wembley telah memberikan klub ini banyak kesuksesan dan semoga pertandingan ini akan menghasilkan hasil yang sama untuk kami,” kata Rakitic kepada Marca.

“Kami ingin mendapatkan momen kebahagiaan dan perayaan dengan mengalahkan salah satu tim terkuat di sepakbola Eropa, Tottenham. Kami akan memberikan segalanya untuk meraih hasil positif dalam game ini. Kami ingin membuktikan keraguan kami salah dan menunjukkan kami adalah tim yang sangat kuat meskipun beberapa hasil di bawah rata-rata.”

“Kami harus kuat sebagai unit, baik dalam pertahanan dan serangan, karena hanya ada enam pertandingan di fase grup dan Anda tidak memiliki banyak ruang untuk kesalahan,” jelasnya.

Persib Dijatuhi Banyak Sanksi, Kondisi Tim Terganggu

Banyaknya sanksi yang diberikan Komisi Disiplin PSSI pada Persib Bandung berpengaruh pada kondisi tim. Yang paling terasa, Maung Bandung harus kehilangan beberapa pemain.

“Tentu ada (pengaruh kepada tim) karena kita enggak ngerti. Memang kita punya pemain lain, tapi itu akan berbeda jika kamu kehilangan banyak pemain. Ini gila,” kata Pelatih Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez, di Bandung, Selasa (3/10/2018).

Pernyataan Mario Gomez tersebut merujuk pada kejadian tewasnya Haringga Sirla (23) karena dikeroyok oknum bobotoh jelang laga Persib Bandung Vs Persija Jakarta, Minggu (23/9/2018) lalu. Insiden tersebut membuat Maung Bandung dihukum berbagai sanksi, salah satunya terusir dari Jawa sampai akhir musim 2018.

Hukuman tidak hanya diberikan kepada tim, panpel dan juga suporter. Komdis juga menghukum beberapa pemain Maung Bandung yang dianggap melakukan pelanggaran keras pada laga Persib Bandung Vs Persija Jakarta.

Ezechiel Ndouasel yang dihukum larangan bermain lima pertandingan, Ardi Idrus yang mendapat teguran keras, Bojan Malisic dihukum larangan bermain empat laga, Jonathan Bauman dua pertandingan.

Kondisi tersebut,tentu membuat kekuatan tim Persib Bandung menjadi pincang. Tapi dia tetap berusaha menjaga kekompakan tim di tengah kekacauan yang sedang menerpa Persib Bandung.

“Mereka (pemain) terus bekerja untuk target mereka. Kadang mereka marah karena hal ini tapi jika terus marah akan terganggu,” ujarnya.

Kehilangan beberapa pemain membuat Mario Gomez berencana tak melepas pemainnya ke timnas senior dan timnas U-19.

Kisah Lawas Klopp di Napoli: Dikartumerah Lalu Merokok di Stadion

Juergen Klopp akan memimpin Liverpool pada laga tandang di markas Napoli. Stadion San Paolo menyimpan cerita kelam dan unik untuk Klopp.

Setelah merebut kemenangan dramatis atas Paris St-Germain di matchday pertama Liga Champions, Liverpool bakal berusaha mempertahankan tren positif saat menghadapi Napoli, Kamis (4/10/2018) dinihari WIB nanti. Meski secara kualitas skuat Liverpool di atas, tapi Napoli tidak boleh diremehkan.

Pasalnya Liverpool punya catatan kurang manis setiap bertandang ke markas tim-tim Italia. Musim lalu di leg kedua semifinal Liga Champions kontra AS Roma, Liverpool kalah 2-4.

Sementara pada pertemuan pertama dengan Napoli di San Paoli, Liverpool cuma imbang 0-0 pada ajang Liga Europa tahun 2010. Belum lagi rekor Klopp sebagai pelatih dan manajer yang juga kurang apik saat menghadapi tim-tim Italia, hanya tiga kemenangan dan lima kekalahan dari delapan kali duel.

Klopp sendiri punya kenangan buruk saat kali terakhir mengunjungi markas Napoli. Klopp yang melatih Borussia Dortmund bertemu Napoli di fase grup Liga Champions 2013/2014, Rabu 18 September 2013. Pada laga yang berakhir kemenangan 2-1 untuk Napoli itu, Klopp dikartumerah.

Alasan kartu merah itu karena Klopp dinilai bertindak di luar batas saat menghardik ofisial keempat karena tak puas dengan keputusan sang pengadil. Setelah kartumerah itu, Klopp langsung meninggalkan bench dan menonton sisa laga lewat ruangan di salah satu ruangan stadion.

“Steward membawanya kepada saya dan dia duduk di depan TV,” ujar penjaga stadium Vincenzo Cerrone kepada La Gazetta dello Sport.

“Saya tidak bisa bicara Jerman atau Inggris, hanya bisa bicara Italia Neapolitan, tapi saya masih bisa menawarkan kopi kepadanya. Klopp menikmati itu. Kami berdua merokok di depan TV dan lalu Insigne membuat skor jadi 2-0. Dia tidak begitu kesal. Faktanya dia malah bilang ‘bello, bravo’. Saat full-time, usai gol bunuh diri Zuniga, dia ucapkan selamat tinggal kepada saya dan kemudian pergi. Saya pikir saya tidak akan melihatnya lagi setelah apa yang semuanya terjadi,” sambungnya.

“Lalu seseorang menghampiri saya dan membawakan jersey Reus serta berterima kasih atas jamuan saya. Dia benar-benar gentleman. Beberapa hari kemudian, Napoli memanggil saya karena Klopp mengirim email kepada mereka, mengundang saya untuk menonton laga kedua di Jerman dan semuanya dibiayai. Sulit dipercaya tapi ini benar kok, meski saya harus menolak ajakan itu.”

“Saya tahu saya akan bertemu dia lagi cepat atau lambat, dan jelas saya sudah menyiapkan kopi untuknya. Saya mendukung Napoli besok, tapi saya akan meminta beberapa hal kecil yang tentunya akan dia kabulkan, karena saya ingin berfoto dengannya dan memintanya menandatangani jersey Reus. Saya lupa meminta itu dulu karena terlalu gembira,” tutup Cerrone.